Demo Buruh, Revisi UU Ketenagakerjaan, dan Netizen

79 views
revisi UU Ketenagakerjaan

FSP LEM SPSI Gresik berunjuk rasa menolak revisi UU Ketenagakerjaan

DEMONSTRASI, unjuk rasa, atau biasa disingkat demo adalah aksi penyampaian aspirasi atau pendapat yang dilakukan di ruang terbuka, seperti jalan raya dan halaman depan sebuah gedung.

Secara bahasa, demonstrasi adalah pernyataan protes yang dikemukakan secara massal; unjuk rasa; juga berarti peragaan atau pertunjukan tentang cara melakukan atau mengerjakan sesuatu.

Dalam beberapa pekan terakhir dan pekan-pekan ke depan, aksi demonstrasi banyak dilakukan kalangan pekerja/buruh. Pemicunya adalah rencana revisi UU No. 13/2003 tentang Ketenagakerjaan.

Karena diusulkan pihak pengusaha, kalangan pekerja/buruh langsung “buruk sangka” bahwa revisi akan menguntungkan pengusaha dan merugikan pekerja.

Demo buruh –untuk menolak revisi UU Ketenagakerjaan– dengan massa besar dilakukan Gerakan Buruh Bersama Rakyat (GEBRAK) di depan Gedung DPR/MPR, Senayan, Jumat (16/9/2019).

Massa buruh/pekerja dari FSP LEM SPSI juga berencana menggelar aksi demo besar-besaran Rabu 21 Agustus 2019 di Jakarta. Tujuannya sama, yaitu menyuarakan penolakan terhadap rencana revisi UU Ketenagakerjaan.

Di media sosial, kalangan pekerja juga menyuarakan alasan penolakan revisi UUK, utamnya soal upah minimum, pesangon, PHK, dan outsourcing:

  1. Kenaikan upah menjadi dua tahun sekali (padahal inflasi terjadi tiap tahun).
  2. Pekerja yang di-PHK baru bisa mendapatkan pesangon jika sudah bekerja 9 tahun (pengusaha bakal bisa seenaknya melakukan PHK sebelum masa kerja 9 tahun).
  3. Kontrak kerja maksimal dari 3 tahun menjadi 5 tahun (tidak memberikan kepastian bagi kalangan buruh).
  4. Pengusaha juga menginginkan adanya perubahan sistem outsourcing dari yang sebelumnya hanya untuk pekerja dasar ke beberapa jenis posisi pekerjaan yang lebih luas.

Di sisi lain, demo buruh juga mendapatkan “nyinyiran” atau bullying dari netizen yang mungkin “merasa bukan buruh”.

Misalnya komentar berikut ini di media sosial Twitter:

  • Enggak. Buruh gak bersama rakyat, rakyat yang mana. Buruh sering menimbulkan masalah bagi rakyat. Lihat aja mereka kalau demo bikin macet jalanan….dan kehidupan terganggu.
  • Di samping memperjuangkan nasib buruh,gerakan ini pasti juga ada gerakan Politiknya,Di Indonesia itu,kalau tak ada yang mengompori dan mendanai suatu demo,mana ada demo demoan,ini semuanya sdh di atur sama kaum Radikal,yang hatinya Sakit,Kalau melihat Indonesia tak ada demo.
  • Serikat pekerja jg rakus ampir tiap taon buruh diprovokasi minta naik gaji, kalo ga mau demo disweeping pdhl gaji sdh dinaikkan. Sdh bs ditebak akan begini. Ada tawaran lbh baik dr Vietnam perusahaan mana yg nolak. Padahal dulu Batam adalah kota Industri. Ladang pekerja.
  • Seminggu ini di Karawang udah 3x ada demo buruh. Untuk yang hari ini berpapasan banget sama yang demo.

 

Aksi Demo Demo Buruh Demo Pekerja Revisi UU Ketenagakerjaan

Related Post

  1. author

    […] mengintimidasi wartawan saat meliput aksi demo buruh di kawasan Gedung DPR/MRP, Jumat 16 Agustus […]

Leave a reply