Daya Beli Masyarakat Terus Melemah

45 views

Daya Beli

Reaktor.co.id, Jakarta — Daya beli masyarakat cenderung terus melemah. Kondisi itu terjadi dalam dua tahun terakhir ini.

Menurut Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), kecenderungan daya beli masyarakat melemah itu terlihat dari pola konsumsi masyarakat.

“Misal pola konsumsi makanan, minuman, serta kendaraan bermotor yang menunjukkan pertumbuhan tapi tidak banyak,” ungkap Ketua Apindo, Hariyadi Sukamdani, Jumat (3/1/2020).

Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi menambahkan, daya beli konsumen secara empirik memang tengah melemah.

“Saya sering ngobrol dengan pedagang-pedagang keliling atau di mal-mal, mereka mengaku sepi,” ujarnya.

Tidak hanya sepi, pendapatan para pedagang pun turun drastis. “Itu artinya daya beli konsumen turun,” lanjutnya.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mengingatkan pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat di tahun 2020.

Pasalnya, angka inflasi inti yang dicatat oleh BPS sepanjang tahun 2019 mengalami penurunan dari tahun 2018.

Pergerakan inflasi inti dipengaruhi oleh beberapa faktor fundamental. Yakni interaksi permintaan dan penawaran, lingkungan eksternal seperti nilai tukar, harga komoditas, dan inflasi mitra dagang, serta ekspektasi inflasi dari pedagang dan konsumen. Dengan kata lain, inflasi inti juga mencerminkan situasi daya beli masyarakat.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, laju inflasi inti sepanjang 2019 sebesar 3,02 persen, turun dari posisi 2018 sebesar 3,07 persen. Ia mengatakan, pemerintah menargetkan agar inflasi inti setidaknya bertengger di level 3,1 persen secara tahunan.

Oleh sebab itu, rendahnya inflasi inti menjadi peringatan bagi pemerintah untuk memperhatikan tingkat daya beli masyarakat Indonesia.

“Melihat inflasi inti ini kita harus ekstra hati-hati supaya daya beli tetap terjaga,” kata Suhariyanto dalam Konferensi Pers di Jakarta, Kamis (2/1/2020).

BPS telah mengingatkan pemerintah untuk secara simultan menjaga harga-harga barang pokok sekaligus daya beli masyarakat. “Warning boleh, tapi saya menilai ini masih aman jadi segera dijaga-jaga,” kata Suhariyanto. (Republika)

 

Daya Beli Deflasi Inflasi Konsumen

Related Post

Leave a reply