Dampak Urbanisasi, Bandung Jadi Kota Kumuh

68 views
Kawasan Kumuh Bandung

Kawasan Kumuh Bandung

Reaktor.co.id, Bandung — Bandung menjadi kota kumuh akibat urbanisasi. Kawasan kumuh di Kota Bandung seluas 717 hektare, tersebar luas di sejumlah titik. Hal tersebut menjadikan ibu kota Jawa Barat tersebut sebagai kota kumuh terbesar.

Menurut Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana, penyebab masih adanya kawasan kumuh di Kota Bandung antara lain akibat geliat ekonomi yang menjadikan Kota Bandung sebagai tujuan urbanisasi.

“Masalah urbanisasi ini menjadi faktor yang mengakibatkan Bandung menjadi kumuh. Karena kita ketahui, laju pertumbuhan ekonomi Bandung tinggi, sekitar 7,2 persen, dibanding provinsi saja 5,35 persen dan nasional hanya 5,02 persen,” kata Yana.

Ditegaskan Yana, tingginya angka urbanisasi ke Kota Bandung memberi dampak buruk terhadap kondisi lingkungan, misalnya makin padatnya kawasan permukiman penduduk.

“Tapi dengan banyaknya kaum urban, banyak menambah permukiman yang enggak layak,” katanya.

Indikator Kawasan Kumuh

Sekretaris Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Pertanahan dan Pertamanan (DPKP3) Kota Bandung Agus Hidayat menjelaskan, ada beberapa indikator yang menjadikan sebuah kawasan dinyatakan kumuh.

Indikator tersebut di antaranya drainase, sanitasi, jalan lingkungan, dan penyediaan air minum.

Berdasarkan data yang ada, pada 2015 luasan kawasan kumuh lebih dari 1.000 hektare. Namun jumlah itu menurun dan kini tinggal tersisa 717 hektare kawasan kumuh.

“Sampai saat ini 717 hektare kawasan kumuh. Sisanya akan digempur dibereskan melalui proyek Kotaku (Kota Tanpa Kumuh),” katanya.

Pemerintah Kota Bandung menargetkan bisa terbebas dari kawasan kumuh di akhir 2019. Terlebih lagi penataan kawasan kumuh di dukung oleh Kementrian PUPR melalui program Kotaku (Kota Tanpa Kumuh).

Angka kawasan kumuh di Kota Bandung pun turun cukup drastis. Tahun 2015 kawasan kumuh mencapai 1,455,46 ha. Terakhir 2018, tersisa 717,086 ha.

“Pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR memberikan anggaran sebesar Rp 123,5 miliar khusus untuk penataan kawasan kumuh. Sedangkan dari APBD kita ada Rp 40 miliar,” terangnya.

“Selain dari proyek ‘Kotaku’, dari anggaran APBD kita akan membangun prasarana air bersih di kawasan yang belum memiliki air bersih dan membangun septic tank agar masyarakat tidak membuang di mana saja,” paparnya. (jpnn)

 

Kawasan Kumuh Kota Bandung

Related Post

Leave a reply