Dampak Otomatisasi, Separuh Pekerja Perempuan Diprediksi Kehilangan Pekerjaan

45 views

Buruh Pekerja Karyawan Pegawai

Reaktor.co.id — Otomasi pekerjaan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi. Namun, di sisi lain pemanfaatan teknologi itu juga berdampak pada berkurangnya kebutuhan akan tenaga kerja.

Menurut studi World Economic Forum (WEF), lebih dari separuh pekerja perempuan diprediksi akan kehilangan pekerjaannya akibat otomatisasi.

Dilansir CNBC, menurut penelitian yang dirilis Senin 19 Agustus 2019, 57 persen dari 1,4 juta pekerjaan di Amerika Serikat yang berisiko tergeser oleh otomatisasi dalam delapan tahun ke depan adalah pekerja wanita.

Data tersebut didukung riset yang dilakukan Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) tahun 2016 di Asia Tenggara. Laporan ILO menjelaskan, perempuan yang bekerja di sektor terdampak automasi memiliki risiko kehilangan pekerjaan lebih besar ketimbang laki-laki.

Di Indonesia dan Thailand misalnya, potensi perempuan kehilangan pekerjaan mencapai 50 hingga 60 persen akibat automasi teknologi. Beberapa sektor yang paling tinggi risikonya antara lain para pekerja hotel, restoran, dan pegawai kantor bagian administrasi.

Tren automasi teknologi ini, juga berdampak kepada para pekerja yang tingkat pendidikannya rendah. Risiko ketersingkiran tenaga kerja terbesar ada di Vietnam dengan persentase 70 persen, dan terendah ada di Thailand dengan 44 persen. Indonesia berada di antara keduanya dengan persentase 56 persen.

Menurut pPerusahaan konsultan McKinsey, pekerja di era disrupsi dan otomatisasi saat ini perlu menanamkan mindset kewirausahaan yang bisa mendorong penciptaan lapangan kerja.

McKensey juga mengingatkan perlunya meningkatkan skill di bidang Science, Technology, Engineering, dan Mathematics (STEM).

Keterampilan di bidang teknologi juga perlu diterapkan pada kurikulum pendidikan. Gunanya untuk menyiapkan calon pekerja yang berdaya saing tinggi dan sesuai dengan kebutuhan industri. Para karyawan dapat mengikuti berbagai training yang disediakan oleh lembaga-lembaga pendidikan atau pelatihan.*

 

Otomatisasi Pekerja Perempuan pekerjaan PHK

Related Post

Leave a reply