Daftar Tarif yang Naik Tahun 2020

328 views

harga naik 2020

Reaktor.co.id — Tahun 2020 tidak secantik angkanya. Sejumlah tarif atau harga akan naik, mulai dari tarif tol hingga plastik.

Bagi pekerja/buruh, tampaknya perjuangan terus berlanjut. Ada “ancaman” Omnibus Law Klaster Ketenagakerjaan yang mengatur skema upah, PHK, dan pesangon.

Selain tarif, ada juga rencana penerapan transaksi nontunai di seluruh SPBU yang dikelola Pertamina. Tujuannya agar kuota BBM subsidi tak jebol.

Daftar Tarif yang Naik Tahun 2020

Berkut ini daftar tarif atau harga yang bakal naik tahun 2020

1. Tarif Tol

Beberapa di antaranya sudah naik tarif di penghujung 2019. Seperti tol Jagorawi, Mojokerto-Kertosono, Jakarta-Tangerang dan Tangerang-Merak segmen Simpang Simpang Susun Tomang-Tangerang Barat-Cikupa, Makassar seksi IV, Cipali, dan lainnya.

Masih ada lagi tarif Tol Dalam Kota Jakarta (JIUT), Belawan-Medan-Tanjung Morawa, Nusa DDua-Ngurah Rai-Benoa, hingga Surabaya- Gempol yang bakal naik.

Tarif sejumlah ruas tol lainnya juga dipastikan bakal ada yang naik di 2020. Hal ini mengingat penyesuaian tarif tol dilakukan setiap dua tahun sekali yang dihitung berdasarkan inflasi dari daerah tol berada.

2. Harga Rokok

Harga rokok dipastikan naik awal 2020. Hal ini dipicu oleh naiknya biaya cukai yang ditetapkan oleh Kementerian Keuangan.

Tarif cukai rokok naik sebesar 23% dan akan mulai berlaku pada Januari 2020. Harga jual eceran (HJE) rokok bakal naik 35%.

Ketua Asosiasi Masyarakat Tembakau Indonesia (AMTI) Budidoyo mengatakan, dengan adanya kenaikan cukai hasil tembakau tersebut, sangat memungkinkan harga rokok pada tahun 2020 mencapai Rp 35.000 per bungkus.

3. Tarif Listrik

Kenaikan tarif listrik tahun 2020 disebabkan rencana penghapusan subsidi untuk pelanggan listrik rumah tangga mampu 900 VA mulai tahun depan. Imbasnya, pelanggan tersebut akan kena penyesuaian tarif mulai 2020.

Keputusannya adalah mencabut pelanggan 900 VA yang mampu dan tak mampu, yang diperkirakan berjumlah 27 juta pelanggan di 2020.

4. Iuran BPJS Kesehatan

Kenaikan iuran BPJS Kesehatan akan berlaku untuk seluruh peserta setiap kategori. Kenaikan tersebut mulai berlaku pada 1 Januari 2020.

Penerima Bantuan Iuran (PBI), iuran naik dari Rp 23.000 menjadi Rp 42.000 per jiwa. Besaran iuran ini juga berlaku bagi Peserta yang didaftarkan oleh Pemda (PBI APBD). Iuran PBI dibayar penuh oleh APBN, sedangkan Peserta didaftarkan oleh Pemda (PBI APBD) dibayar penuh oleh APBD.

Pekerja Penerima Upah Pemerintah (PPU-P), yang terdiri dari ASN/TNI/POLRI, semula besaran iuran adalah 5% dari gaji pokok dan tunjangan keluarga, di mana 3% ditanggung oleh Pemerintah dan 2% ditanggung oleh ASN/TNI/POLRI yang bersangkutan, diubah menjadi 5% dari gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan jabatan atau tunjangan umum, tunjangan profesi, dan tunjangan kinerja atau tambahan penghasilan bagi PNS Daerah, dengan batas sebesar Rp 12 juta, dimana 4% ditanggung oleh Pemerintah dan 1% ditanggung oleh ASN/TNI/POLRI yang bersangkutan.

Pekerja Penerima Upah Badan Usaha (PPU-BU), semula 5% dari total upah dengan batas atas upah sebesar Rp 8 juta, dimana 4% ditanggung oleh Pemberi Kerja dan 1% ditanggung oleh Pekerja, diubah menjadi 5% dari total upah dengan batas atas upah sebesar Rp 12 juta, dimana 4% ditanggung oleh Pemberi Kerja dan 1% ditanggung oleh Pekerja.

Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU)/Peserta Mandiri:

  1. Kelas 3: naik dari Rp 25.500 menjadi Rp 42.000 per jiwa
    Kelas 2: naik dari Rp 51.000 menjadi Rp 110.000 per jiwa
    Kelas 1: naik dari Rp 80.000 menjadi Rp 160.000 per jiwa.

5. Tarif Parkir

Pemprov DKI Jakarta menaikkan tarif parkir kendaraan bermotor. Dalam Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta Nomor 31 Tahun 2017, tarif parkir diatur untuk mobil minimal Rp 3 ribu/jam dan maksimal Rp 12 ribu/jam, sedangkan untuk motor minimal Rp 2 ribu/jam dan maksimal Rp 6 ribu/jam.

Nantinya lokasi parkir yang tarifnya mengalami kenaikan itu adalah yang dikelola Dishub DKI. Sedangkan untuk lokasi parkir yang dikelola swasta akan dibahas lebih lanjut. Sayangnya Pemprov belum menentukan berapa kenaikan tarif parkir ini.

6. Tiket Damri ke Bandara Soetta

Kenaikan tarif DAMRI berkisar Rp 10.000-15.000 untuk setiap rute. Rute termahal adalah rute Sukabumi-Bandara Soetta yang dipatok Rp 115.000 (sebelumnya Rp 100.000).

Dengan adanya kenaikan tarif, DAMRI akan meningkatkan pelayanan dan keselamatan dengan menambah fasilitas dan pelayanan seperti AC, Wi-Fi, Charging Spot, tempat sampah, toilet, bagasi, video music, alat pemecah kaca, serta Alat Pemadam Api Ringan (APAR).

7. Cukai Plastik

Pemerintah berencana untuk mengenakan tarif untuk cukai plastik sebesar Rp30.000 per kilogram. Sedangkan untuk per-lembar tarif cukainya akan dikenakan Rp200.

Usulan tarif cukai plastik tersebut disampaikan oleh Menkeu Sri Mulyani untuk pertama kalinya ke Komisi XI DPR RI sejak wacana penerapan tarif cukai rokok 2 tahun lalu. (detik/kompas/cnnindonesia)

 

Harga Naik Tahun Baru Tarif Naik

Related Post

Leave a reply