Covid-19 Akibatkan Transformasi Sistem Kerja Jarak Jauh

290 views

Wabah virus Corona (Covid-19) menyebabkan transformasi dan restrukturisasi sistem kerja karyawan perusahaan. Semakin banyak korporasi yang merekomendasikan karyawannya untuk bekerja jarak jauh.

Reaktor.co.id – Ketentuan keharusan kehadiran fisik bagi karyawan demi untuk menggenjot produktivitas dan efisiensi kini “ditumbangkan” oleh Covid-19.

Tak kurang dari NEC, Mitsubishi, Panasonic merupakan contoh korporasi yang telah merekomendasikan sistem kerja jarak jauh. Hikmah terbesar bagi para pekerja dengan merebaknya virus corona adalah terjadinya restrukturisasi sistem kerja. Kini protokol atau aturan kerja jarak jauh telah dipersiapkan secara serius oleh korporasi global.

Hingga saat ini Covid-19 semakin mewabah di Korea Selatan (Korsel). Sama seperti di Tiongkok, sejumlah aktivitas masyarakat sampai kegiatan bisnis juga mulai diperketat seiring dengan upaya pencegahan wabah tersebut.

Setelah Samsung dikabarkan menutup sementara pabriknya karena wabah virus Corona, langkah itu disusul oleh LG. Dikutip dari PhoneArena, Minggu (1/3), firma riset Joongang Ilbo yang dekat dengan bisnis layar LG di Korsel, mengabarkan perusahaan tersebut berencana menutup sementara pabrik layarnya sebagai upaya pencegahan virus corona agar tak menjangkiti para pekerjanya.

Salah satu raksasa elektronik Korsel itu menutup pabrik modul display yang
berlokasi di Gumi, Korea Selatan, karena kasus virus corona dikonfirmasi menjangkiti seorang karyawan bank yang berlokasi dekat dengan pabrik LG. Virus itu sendiri tidak mempengaruhi pabrik, tetapi LG menutupnya selama tiga hari untuk memprioritaskan kesehatan para pekerjanya.

Selain penutupan pabrik, LG dilaporkan mengambil sejumlah langkah tambahan untuk keselamatan karyawan. Itu termasuk menyediakan pembersih dan masker serta memasang kamera inframerah di fasilitasnya untuk memerangi wabah yang menyebar cepat.

Korsel merupakan negara kedua setelah Tiongkok yang melaporkan banyak kasus positif virus Korona. Hingga Minggu (1/3), sebanyak 3,526 orang di Korsel positif terkena virus Korona dengan jumlah meninggal mencapai 18 orang.

LG hanyalah perusahaan lain yang bergabung dengan kereta OEM yang terpengaruh oleh masalah virus korona. Pemain utama seperti Apple dan Samsung menderita keterlambatan dalam produksi karena masalah kesehatan karyawan.

Ada perusahaan yang bahkan menunda pembaruan karena berkurangnya pekerja. Sementara itu, di industri lain semisal otomotif di Korea, Hyundai juga dikabarkan menutup pabriknya di sana dalam upaya pencegahan virus corona semakin meluas lantaran didapati ada pekerjanya yang terjangkit virus asal Wuhan tersebut.

Wabah virus corona mempercepat perubahan dalam pekerjaan yang yang selama ini berlaku. Kolaborasi kerja akan lebih mengandalkan video. Sebagian besar tenaga kerja dapat bekerja dari rumah namun dituntut tanpa kehilangan produktivitas.

Operator seluler Amerika Serikat (AS), T-Mobile merespons merebaknya virus corona COVID-19 dengan membuat imbauan bagi karyawannya untuk mengurangi aktivitas pelukan, cipika-cipiki atau cium pipi dan tos (high five).

Selain itu, perusahaan yang berbasis di Bellevue, Washington ini mendorong karyawannya untuk “menjaga jarak di tempat kerja” dan memiliki “menggunakan produk sanitasi yang sudah tersedia” untuk membersihkan tangan, seperti dilansir dari Reuters, Selasa (3/3/2020).Kebijakan ini untuk mencegah penularan virus corona ketika bersentuhan dengan orang lain.

Perusahaan Facebook punya kebijakan berbeda mengatasi virus corona. Manajemen melarang publik mengunjungi kantor fisik Facebook. Kunjungan hanya dibolehkan untuk kegiatan bisnis.
Facebook juga mengatakan akan melakukan sebagian besar wawancara kerja melalui video konferensi dalam waktu dekat. Facebook memiliki 35 kantor di seluruh dunia.

“Kami mengambil langkah-langkah untuk mengurangi risiko bagi karyawan kami dari COVID-19 yang baru muncul, termasuk menghentikan sementara pengunjung publik ke semua kantor kami,” ujarnya seperti dilaporkan Business Insider dan dilansir dari The Verge, Selasa (3/3/2020).

Twitter lain lagi. Perusahaan yang didirikan Jack Dorsey ini mewajibkan seluruh karyawan yang bekerja di Hong Kong, Jepang dan Korea Selatan bekerja dari Rumah. Perusahaan juga mengimbau 5.000 karyawan untuk bekerja dari rumah.

“Tujuan kami [melakukan ini] adalah menurunkan kemungkinan penyebaran virus corona kepada kami dan lingkungan di sekitar kami,” ujar Jennifer Christie, head of human resources Twitter, seperti dilansir dari BBC.

Perusahaan media sosial itu mengeluarkan pengumuman dalam blog kepada karyawannya setelah sebelumnya telah membatalkan semua perjalanan dinas yang tidak terlalu mendesak. Twitter juga telah menarik diri dari konferensi South by Southwest yang dijadwalkan akhir bulan ini di Austin, Texas.

“Mulai hari ini, kami sangat mendorong semua karyawan secara global untuk bekerja dari rumah jika mereka bisa. Tujuan kami adalah untuk menurunkan kemungkinan penyebaran virus corona Covid-19 bagi kami, dan lingkungan sekitar kami,” tulis pihak Twitter dalam pengumumannya, seperti dilansir SCMP, Selasa 3 Maret 2020.

Twitter juga mewajibkan karyawannya di Hong Kong, Jepang dan Korea Selatan untuk bekerja dari rumah, namun kantor-kantor di negara lain akan tetap terbuka untuk mereka yang memilih atau perlu untuk masuk.
“Kami memastikan semua pertemuan internal dan tugas-tugas penting lainnya dioptimalkan untuk dilakukan dari jarak jauh,” tulis perusahaan itu di blognya.

Kebijakan Twitter tentang bekerja dari rumah adalah suatu langkah signifikan, selain apa yang dilakukan sebagian besar perusahaan di AS ketika virus menyebar. Banyak perusahaan termasuk AT&T dan Citigroup, telah membatasi perjalanan internasional, terutama ke Asia. (*)

transformasi kerjaakibat Covid-19

Related Post

Leave a reply