China Klaim Natuna, TNI Siaga Tempur

159 views

Tentara Nasional Indonesia (TNI) menyatakan siaga tempur melawan militer China di wilayah perairan Kepulauan Natuna dan sekitarnya.

China Natuna TNI Siaga

Reaktor.co.id, Jakarta — Kapal-kapal China memasuki Laut Natuna milik Indonesia. China mengklaim punya hak atas perairan tersebut dan tidak peduli Indonesia menerima atau tidak klaim tersebut. Kemenlu menyatakan telah memanggil Duta Besar China di Jakarta.

Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I Laksdya TNI Yudo Margono memimpin pengendalian operasi siaga tempur terkait dengan adanya pelanggaran di wilayah perairan Laut Natuna Utara.

Sebelum bertolak dari Landasan Udara TNI Halim Perdanakusumah, Yudo mengatakan operasi siaga tempur dilaksanakan Koarmada 1 dan Koopsau 1.

Puspen TNI dalam rilisnya menyatakan, alat utama sistem senjata (Alutsista) yang sudah tergelar yaitu 3 KRI, 1 pesawat intai maritim, dan 1 pesawat Boeing TNI AU. Dua KRI juga disiapkan dari Jakarta menuju Natuna.

Yudo menyatakan, operasi itu bakal digelar untuk melaksanakan pengendalian wilayah laut, khususnya di Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) Laut Natuna Utara.

China Natuna TNI Siaga

Dia mengatakan, saat ini wilayah Natuna Utara menjadi perhatian bersama, sehingga operasi siaga tempur diarahkan ke Natuna Utara mulai 2020. Operasi tersebut merupakan salah satu dari 18 operasi yang akan dilaksanakan Kogabwilhan I di wilayah yang menjadi tanggung jawabnya.

Sebelumnya, Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla) menuturkan, puluhan kapal nelayan China masih bebas berlayar di landas kontinen Indonesia di sekitar perairan Natuna, Kepulauan Riau.

Direktur Operasi Laut Bakamla, Laksamana Pertama Nursyawal Embun, Pada Kamis (2/1/2020) malam, menuturkan kapal-kapal penangkap ikan itu juga dikawal kapal penjaga pantai dan kapal perang China jenis fregat.

Ia mengatakan telah ada upaya mengusir kapal-kapal China tersebut dari sekitar zona eksklusif ekonomi (ZEE) Indonesia di Natuna sejak 10 Desember lalu.

Namun, walau sempat menuruti permintaan untuk menjauh, beberapa hari kemudian kapal-kapal China terpantau kembali memasuki dan mengambil ikan di landas kontinen Indonesia di sekitar Natuna.

Laut Natuna

Atas situasi keamanan di Laut Natuna Utara, Menkopolhukam Mahfud MD menggelar rapat koordinasi di kantornya.

Dalam rakor tersebut hadir pula Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Kepala Staf TNI AL Laksamana Siwi Sukma Adji, dan Kepala BSSN Hinsa Siburian.

Hadir pula Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Luar Negeri Retno L Marsudi, hingga Kabaharkam Polri Komjen Agus Andrianto, hingga Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly.

Mahfud MD mengatakan, China tidak memiliki landasan hukum untuk mengklaim Laut Natuna sebagai teritorial mereka. Mahfud menyebut Indonesia akan melalukan langkah-langkah strategis untuk menjaga kedaulatan negara.

“Iya kita tetap melakukan langkah-langkah untuk menjaga kedaulatan kita. Kan itu tadi keputusannya. Artinya kalau secara hukum China itu tidak punya hak untuk mengklaim itu,” ujarnua, Jumat (3/1/2019).

Mahfud mengatakan Indonesia tidak memiliki konflik perairan dengan China. Mahfud juga menyinggung Kuputusan Southern Chinese Sea (SCS) Tribunal tahun 2016 yang menyatakan China tak memiliki hak atas Laut China Selatan.

“Karena Indonesia itu tidak punya konflik perairan dengan itu, tumpang tindih perairan Indonesia ndak punya,” jelasnya.

Sikap Menhan Prabowo

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengatakan, hingga kini pihaknya sedang berunding untuk mencari solusi terbaik untuk permasalahan Natuna.

“Kita tentunya gini, kita masing masing ada sikap. Kita harus cari satu solusi baik lah di ujungnya. Saya kira ada solusi baik,” ungkap Prabowo dikutip detikcom, Jumat (3/1/2020).

Ditanya soal diplomasi, Prabowo mengatakan pemerintah pasti akan mencari cara paling damai untuk menyelesaikan masalah ini. Bagaimana pun, kata Prabowo, China negara sahabat.

“Kita selesaikan dengan baik ya, bagaimanapun China negara sahabat,” ungkap Prabowo.

Kekuatan Militer Indonesia dan China

Tentara Nasional Indonesia (TNI) baru saja menyatakan siaga tempur di wilayah perairan Kepulauan Natuna dan sekitarnya. Sikap itu diambil tak lepas dari gelagat China yang mengklaim berdaulat di perairan tersebut sehingga kapal-kapalnya bebas berlayar.

Guna mendukung operasi siaga tempur, TNI mengirim 3 kapal, 1 pesawat intai maritim dan 1 pesawat Boeing. Merujuk dari laman globalfirepower.com, Indonesia memiliki armada laut yang lebih besar dari itu.

Kekuatan Militer Indonesia

Globalfirepower.com mencatat kekuatan militer Indonesia berada di peringkat 16 dunia. Persis di bawah Pakistan dan di atas Israel.

Mengenai armada laut, total ada 221 kapal yang dimiliki Indonesia per 2019 lalu. Jumlah itu terdiri dari 8 kapal fregat, 24 kapal korvet, 5 kapal selam, 139 kapal patroli dan 11 pangkalan perang laut.

Indonesia disebutkan tidak memiliki kapal perusak dan kapal induk yang mampu mengangkut pesawat tempur.

Indonesia memiliki personel militer sekitar 800 ribu orang, terdiri dari 400 ribu personel aktif dan 400 ribu personel cadangan. Namun demikian, ada 108 juta penduduk yang siap perang jika keadaan mengharuskan.

Militer Indonesia juga memiliki 315 tank perang, 141 artileri otomatis, 356 artileri manual, 36 proyektor misil dan 1.300 kendaraan lapis baja.

Di udara, Indonesia memiliki 41 pesawat tempur, 192 helikopter, 8 helikopter perang, serta 65 pesawat pembom dan meriam antiudara. Jika ditotal, Indonesia bakal ditunjang oleh 451 armada untuk perang udara.

Operasi militer tentu membutuhkan logistik dan bahan bakar. Mengenai hal itu, Indonesia memiliki sumber daya minyak bumi 1,66 juta barel per hari. Cadangan minyak bumi mencapai 3,23 miliar barel.

Indonesia memiliki 14 pelabuhan utama dan 673 bandara. Semua itu bisa dipakai untuk kepentingan operasi militer jika diperlukan.

Kekuatan Militer China

Berdasarkan globalfirepower.com, kekuatan militer China secara keseluruhan berada di peringkat 3 dunia. Di bawah Amerika Serikat dan Rusia, di atas India dan Prancis.

Armada laut China terdiri dari 714 kapal. Terdiri dari 1 kapal induk, 52 fregat, 33 kapal perusak, 41 korvet, 76 kapal selam serta 192 kapal patroli. Ada 33 pangkalan laut yang digunakan.

Jika perang di darat, China ditunjang 13 ribu tank, 40 kendaraan lapis baja, 2 ribu roket proyektor, 4 ribu artileri otomatis, dan 6.246 artileri manual.

Kekuatan udara China terdiri dari 1.222 pesawat tempur, 281 helikopter perang, seribu helikopter, dan 1.564 pesawat pembom serta meriam antiudara. Ditambah pesawat transportasi 193 buah.

China memiliki 2,6 juta personel militer yang terdiri dari 2,1 juta aktif dan 510 ribu personel cadangan. Sebanyak 621 juta penduduknya siap perang jika kondisi mengharuskan.

Mengenai logistik dan bahan bakar, China memiliki sumber daya minyak bumi sebanyak 10 juta barel per hari. Cadangan minyak bumi mencapai 25 miliar barel. China memiliki 16 pelabuhan utama dan 507 bandara yang siap digunakan dalam kondisi perang.

Peta kekuatan militer Indonesia dan China bisa saja lebih dari yang dipublikasikan Global Fire Power. (CNN Indonesia)

 

China Natuna TNI

Related Post

Leave a reply