Buruh yang Tertunda, Mahasiswa Harus Berpihak pada Pekerja

68 views

Mahasiswa adalah buruh yang tertunda karenanya harus berpihak pada buruh/pekerja

mahasiswa calon buruh

Ilustrasi: mahasiswa adalan buruh yang tertunda.*

Reaktor.co.id, Yogyakarta — Mahasiswa adalah buruh yang tertunda karenanya harus berpihak pada buruh. Para mahasiswa hendaknya dapat membangun kesadaran kritisnya dan berpihak pada buruh. Pasalnya, mahasiswa merupakan calon buruh sehingga pemikiran dan keberpihakan tersebut menjadi sangat penting dimiliki para mahasiswa.

Demikian dikemukakan anggota kajian strategis Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Universitas Gajah Mada (HMP UGM), Sinergi Aditya, dalam sebuah sarasehan bertajuk “Pekerja di Tengah Badai Revolusi Industri 4.0” yang digelar HMP UGM di Gedung PAU UGM, Senin (29/4/2019).

Selain itu, menghadapi era revolusi industri, Sinergi menekankan pada mahasiswa untuk dapat beradaptasi dengan perubahan yang berjalan dengan cepat.

“Para mahasiswa diharapkan mampu mengikuti perkembangan dan melek teknologi agar tidak terlibas arus perubahan,” katanya dilansir laman resmi UGM.

Arus perubahan dimaksud adalah akibat Revolusi industri 4.0 yang menghadirkan tantangan dalam berbagai aspek kehidupan, tidak terkecuali pada sektor ketenagakerjaan.

Mekanisasi, otomatisasi, dan hadirnya kecerdasan buatan menjadi ancaman yang harus dihadapi pekerja atau buruh di era disrupsi saat ini.

Selain Sinergi Aditya, sarasehan juga menghadirkan pembicara Ari Hernawan (dosen Fakultas Hukum UGM) dan perwakilan serikat buruh/pekerja, Kirnaldi (Sekjen Aliansi Buruh Yogyakarta).

Kirnaldi mengemukakan, buruh/pekerja harus bisa menyesuaikan diri dengan perubahan akibat revolusi industri 4.0.

“Buruh tidak boleh hanya berdiam diri, harus melakukan inovasi. Pemerintah dan akademisi juga diharapkan dapat memberi solusi terkait beragam persoalan akibat revolusi industri,” jelasnya.

Menurutnya, otomatisasi dan mekanisasi merupakan tantangan nyata yang kini dihadapi oleh para buruh. Di satu sisi, revolusi industri menghadirkan banyak pekerjaan baru, tetapi di sisi lain tidak sedikit pekerjaan yang hilang.

“Ada banyak jenis pekerjaan yang hilang, misalnya saat ini di sektor perbankan dan perhotelan banyak melakukan pengurangan pegawai,” tuturnya.

Hal senada dikemukakan Ari Hernawan. Ia menyebutkan, revolusi industri sangat berdampak pada sektor ketenagakerjaan.

“Banyak hal yang berubah di sektor ini, salah satunya seperti perubahan pola hubungan kerja yang tidak lagi mengikuti sistem dalam undang-undang.  Dalam beberapa pekerjaan kontrak kerja hanya didasarkan pada kepercayaan saja tidak ada kontrak tertulis,” jelasnya.

Ari juga menyoroti mahasiswa sebagai kaum intelektual yang diharapkan dapat berpikir secara kritis. Dengan begitu, nantinya dapat lahir buruh-buruh yang berpikiran kritis pula.

“Dari rahim intelektual seharusnya mampu menginjeksi kesadaran internal. Boleh memberi dukungan bagi buruh, tapi terpenting adalah kesadaran internal buruh untuk melakukan perubahan,” jelasnya.

Ari berharap, mahasiswa menjadi pekerja cerdas dan dapat mengidentifikasi persoalan yang terjadi sebagai dampak Revolusi Industri 4.0. (R1).*

 

Calon Buruh Calon Pekerja Mahasiswa

Related Post

Leave a reply