Boikot Artis Pengguna Narkoba!

115 views

NUNUNG Srimulat terjerat narkoba. Polisi  menangkap Nunung beserta suaminya atas penyalahgunaan narkotika jenis sabu. Ia ditangkap di rumahnya di kawasan Tebet, Jakarta Selatan. (Liputan6)

Kasus sabu komedian bernama asli Tri Retno Prayudati ini menambah daftar artis yang terkena kasus narkoba.

Sepanjang tahun 2018, sejumlah nama artis Indonesia terjerat kasus narkoba. Dilansir Tribunnews, mereka antara lain Jennifer Dunn,Fachri Albar, Roro Fitria, Dhawiya Zaida, Tio Pakusadewo, Reza Bukan, Pretty Asmara, Riza Shahab,

Pada 2019, artis yang terciduk karena barang haram tersebut antara lain Caca Duo Molek, Agung Saga, Hubert Henry Limahelu, dan kini Nunung.

Sebelumnya, sederet artis Tanah Air yang terlibat kasus penggunaan narkoba antara lain pesinetron Ammar Zoni, Axel Mathew Thomas, serta aktor Tora Sudiro, Marcello Tahitoe atau Ello, dan pesinetron Rio Reifan.

Tak Ada Efek Jera

Biasanya, setelah selesai melalui proses hukum dan menjalani sanksi (umumny rehabilitasi), sang artis kembali ke dunia kerartisannya dan, ironisnya, makin populer atau kian diekspos.

Hukuman dan sanksi sosial tampak tidak memberi efek jera. Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Budi Waseso (2015-2018) pernah menyampaikan perlunya hukuman lain untuk pengguna narkoba dari kalangan artis.

Dia mengatakan, perlu dipikirkan agar sanksi sosial juga diberlakukan bagi mereka agar bisa memberi efek jera, seperti dengan punya kewajiban membersihkan pasar, terminal, biar jera karena merasa dipermalukan.

Menurut Kabag Humas BNN, Kombes Pol Sulistiandriatmoko, banyaknya artis atau selebriti terjerat narkoba dikarenakan tidak memiliki rasa takut. Sebab, pengalaman artis yang terjerat kasus narkoba berakhir hanya pada hukuman menjalani rehabilitasi.

Hukuman yang diterima para artis mayoritas hanyalah rehabilitasi. Akibatnya, tidak menimbulkan efek jera yang justru menyepelekan. Itu membuat mereka tak takut menggunakan narkoba.

Ditegaskan, kalau semua artis mempunyai precedent (anggapan hukum) bahwa menyalahgunakan narkoba hukumannya adalah rehabilitasi, maka akan semakin banyak lagi artis yang menyahgunakan narkoba.

Oleh karena itu, dia menegaskan harus ada hukuman yang lebih berat terhadap artis yang menyalahgunakan narkoba. Misalnya, tetap di penjara dan diwajibkan melakukan kerja sosial.

“Semestinya, mereka yang tertangkap tangan menyalahgunakan narkoba harus dipenjarakan di penjara khusus bagi penyalah guna narkoba. Di sinilah, mereka akan mendapatkan treatment tertentu dan rehabilitasi. Treatment tersebut dapat berupa kerja sosial di masyarakat atau hukuman sanksi sosial lainnya,” paparnya dikutip Jawa Pos.

Sanksi Sosial

Sayangnya, sanksi sosial untuk artis pengguna narkoba tidak dibenarkan dalam hukum pidana. Kecuali, putusan pengadilan menyebutkan, artis tersebut memang tidak boleh tampil di berbagai media untuk menyalurkan pekerjaannya.

Menurut pakar hukum pidana Universitas Parahyangan, Agustinus Pohan, sanksi sosial datang langsung dari masyarakat. Misalnya, bagi artis yang terbukti memakai narkoba, maka masyarakat tak mau menontonnya atau membeli karya-karya artis tersebut.

Namun, jika ada larangan tampil dari produser atau production house, maka hal tersebut tidak diperbolehkan. Kecuali, memang ada putusan dari majelis hakim di pengadilan yang mengeluarkan hukuman seperti itu. (Republika).

Dari kalangan rumah produksi (PH), produser Manoj Punjabi menerapkan peraturan tegas untuk aktor dan aktris yang menyalahgunakan narkoba selama dikontrak rumah produksinya, yakni sanksi putus kontrak hingga denda uang.

Penyalahgunaan narkoba adalah salah satu larangan yang tertulis secara jelas di setiap kontrak artis yang ada di bawah naungan rumah produksinya. Secara berkala poin tersebut akan terus diperkuat, kata Manoj, apalagi saat ini semakin banyak kasus narkoba yang menyeret nama-nama artis. (Tempo).

Berhenti Jadi Artis!

Diakhiri karier keartisannya adalah sanksi maksimal untuk memberi efek jera dan peringatan keras bagi artis lain.

Artis pengguna narkona harus berhenti jadi artis, tidak berhak dikontrak PH, juga tidak boleh lagi tampil di layar televisi ataupun layar lebar (film). Boikot artis pengguna narkoba adalah solusi efektif untuk memberantas narkoba di kalangan artis.

Puluhan artis, manajer dan produser pernah menandatangani surat kesepahaman pencegahan dan pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di Jakarta.

Deklarasi dan penandatanganan surat kesepahaman berantas narkoba ini diharapkan bisa menghapus penyalahgunaan obat terlarang di kalangan pesohor dan masyarakat.

Semula, para artis akan menandatangi surat kesepahaman “Bersedia Berhenti Menjadi Aktris” bila terbukti menyalahgunakan narkoba. 

Namun sayangnya, poin tersebut menuai polemik sehingga akhirnya direvisi. Para pekerja seni yang tertangkap basah menyalahgunakan narkoba pun bisa kembali berkarya setelah menjalani masa hukuman. (Antara)

Direvisinya poin “Bersedia Berhenti Menjadi Aktris” jelas menunjukkan apa yang paling bisa membuat efek jera. Karenanya, UU No. 3 Tahun 2009 tentang Narkotika harus direvisi, bukan malah merevisi UU Ketenagakerjaan!

UU Narkotika harus jelas mencantumkan “berhenti jadi artis” atau “dilarang tampil di layar kaca dan layar lebar” bagi selebritas yang menjadi pengguna narkoba! Demikian pula diberlakukan bagi pengguna narkoba dari kalangan public figure lainnya. Jika tidak, Nunung-Nunung lain akan muncul. Lihat saja!

 

Artis Narkoba Narkotika

Related Post

Leave a reply