BNPT Diminta Hati-Hati Gunakan Istilah Radikalisme

33 views

pengertian radikalisme

Reaktor.co.id, Jakarta — Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa Bangsa (Sekjen PBB) Antonio Guterres mengingatkan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Indonesia agar hati-hati dalam menggunakan kata radikalisme.

Menurut Guterres, terminologi radikalisme dipakai oleh dunia global dan penafsiran dari kata tersebut ada yang mengandung perspektif positif.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Suhardi Alius mengatakan definisi radikalisme yang mengarah ke paham terorisme adalah radikalisme yang mengarah perspektif negatif.

“Jadi ada koreksi kepada BNPT saat menghadiri pertemuan di PBB, New York, untuk hati-hati dalam menggunakan kata radikalisme,” ujar Kepala BNPT Suhardi Alius  di Kejaksaan Agung RI, Jakarta, Selasa 3 Juli 2018.

Atas masukan dari PPB tersebut, kata Alius, BNPT membuat beberapa indikator radikalisme yang berspektif negatif sehingga ada kehati-hatian dalam menempatkan kata radikal.

“Harus ada kehati-hatian dalam menggunakan kata radikalisme,” ujarnya

Alius menyebutkan, definisi radikal terorisme yang BNPT maksud adalah paham yang sudah mengarah kepada intoleransi, anti Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), anti Pancasila, dan paham yang mengandung takfiri (mengkafirkan orang).

Menurut Alius, untuk mensosialisasikan hal tersebut, dia juga telah menyampaikan terminologi radikal itu dalam forum rektor beberapa waktu lalu. Dia juga mengimbau media massa agar lebih jeli dalam menempatkan kata radikal. (Tempo)

 

BNPT PBB Radikalisme

Related Post

Leave a reply