BNPB : Karhutla 328 Ribu Hektare, Riau Paling Parah

84 views

Lini massa sosial media dipenuhi dengan jeritan dan penderitaan rakyat akibat bencana asap.  Betapa menderitanya rakyat. Anak-anak terserang sesak nafas. Terkait bencana asap, rakyat tidak bisa berharap kepada penguasa yang selama ini solusinya cuma rapat dan rapat. Paling banter hanya memantau dan memantau. Pencegahan karhutla di Tanah Air selama ini tidak pernah tuntas, sehingga terus terulang.

Seorang wanita kehilangan kesadaran akibat kabut asap (istimewa)

Reaktor.co.id – Sebuah video sedang viral, seorang wanita mendadak mengalami kehilangan kesadaran dan nyaris pingsan saat mengendarai motornya di Kota Dumai, Riau akibat bencana asap. Kota itu berada di tepian pantai timur Sumatera itu kini dikepung asap pekat.

Video tersebut menggambarkan bahwa pederitaan rakyat begitu nyata, namun solusi dan tanggung jawab pejabat masih kurang.

Sungguh ironis, ketika asap pekat sedang mengepung Provinsi Riau, beberapa hari terakhir ini, Gubernur Riau Syamsuar justru sedang enak-enakan bepergian ke Thailand. Dalam kondisi rakyat yang tengah megap-megap, mestinya dia berusaha keras atasi masalah langsung di lapangan.

Dilansir dari laman resminya, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo melakukan kunjungan kerja dengan agenda pemantauan lapangan langsung kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau, mulai Rabu (11/9).

Doni beserta rombongan yang terdiri dari Kalaksa BPBD Riau Edward, Danrem Pekanbaru Brigjen Fadjar, Tenaga Ahli BNPB Mayjen Pur Komaruddin Simanjuntak dan Egy Massadiah mendarat di lapangan Desa Kerumutan setelah terbang selama 1,5 jam menggunakan helikopter dari Bandara Sultan Syarif Kasim, Pekanbaru, Riau.

Sepanjang perjalanan Doni menyaksikan langsung dua helikopter water bombing yang melakukan penyiraman pada sejumlah titik api dengan asap tebal. Pada saat yang sama, rombongan kemudian dikejutkan dengan adanya sejumlah kilang pompa minyak milik Pertamina yang hanya berjarak kurang dari 40 meter dari sumber api Desa Kerumutan.

“Ini sangat membahayakan karena ada sumur minyak yang jika tersambar api dapat menimbulkan kebakaran fatal,” tegas Doni.

Doni Monardo kunjungi terdampak bencana asap di Riau (foto BNPB)

Dalam kunjungan tersebut, mantan Komandan Jenderal Kopassus itu turut atasi kebakaran di sekitar lokasi sumur minyak Pertamina dan sumber api sekitarnya.

Usai melakukan pantauan lapangan dan pemadaman langsung, Doni melanjutkan kegiatan dengan memimpin rapat koordinasi dan evaluasi di ruang tunggu Bandara Sultan Syarif Kasim Pekanbaru.

Masih dilansir dari laman BNPB, luas kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Indonesia dalam kurun Januari hingga Agustus 2019 mencapai 328.724 hektare.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data dan Informasi Masyarakat BNPB, Agus Wibowo, mengatakan Provinsi Riau merupakan daerah terluas dilanda kebakaran hutan di Sumatera, yakni mencapai 49.266 hektare (Ha). Kebakaran di Riau paling banyak terjadi di lahan gambut mencapai 40.553 Ha, dan tanah mineral 8.713 Ha.

Menurut dia, data luas Karhutla tersebut merupakan penghitungan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) berdasarkan interpretasi visual data citra satelit Landsat 8 OLI/TIRS dan data titik panas, atau disebut MODIS.

Agus menjelaskan, secara keseluruhan kebakaran di lahan mineral masih paling luas yakni mencapai 239.161 Ha, sedangkan di lahan gambut mencapai 89.563 Ha. Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) adalah yang paling luas terjadi kebakaran di kawasan pertambangan mineral, yakni mencapai 108.368 Ha.

Karhutla yang luas juga terpantau di Kalimantan Tengah mencapai 44.769 Ha, Kalimantan Barat 25.900 Ha, Kalimantan Selatan 19.490 Ha, Sumatera Selatan 11.826 Ha, Jambi 11.022 Ha, Jawa Timur 10.508 Ha, Kalimantan Timur 6.715 Ha, Papua 6.144 Ha, dan Kepulauan Riau 5.621 Ha.

Khusus di Riau, BNPB sudah mengerahkan 1.512 pasukan gabungan dan bantuan tujuh unit helikopter. Namun, hingga kini Karhutla terus meluas hingga asap atau jerebu kian pekat menyelimuti Kota Pekanbaru, Ibukota Provinsi Riau.

Antisipasi kecelakaan akibat kabut asap (istimewa)

Kecelakaan Akibat Asap

Bencana asap mengganggu aktivitas masyarakat dan perekonomian. Para pekerja yang dekat dengan sumber karhutla berpotensi mengalami gangguan kesehatan dan kecelakaan kerja. Menyikapi dampak kabut asap para pekerja minta pemerintah dan pengusaha memberikan tunjangan sosial untuk pekerja. Pihak BPJS Ketenagakerjaan perlu antisipasi terkait kasus kecelakaan kerja akibat kabut asap.

Hingga kini belum semua perusahaan yang terkena dampak kabut asap di Sumatera dan Kalimantan memberi jaminan sosial pada pekerjanya. Ada baiknya tiap perusahaan mengeluarkan dana CSR untuk tunjangan tadi. Balitbang Kementerian Kesehatan menyatakan bahwa dampak kesehatan akibat menghirup asap karhutla dikelompokkan dalam kategori tingkat kepekatan asap yang diukur melalui Indeks Standar Pencemaran Udara. Kemudian, banyaknya asap yang dihirup, dan tingkat kekebalan tubuh.

Meski risiko kematian kecil, kemungkinan kabut asap bisa berakibat fatal bagi seseorang, di antaranya infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) yang memburuk menjadi pneumonia. Bila tidak tertangani dengan baik dan pada kelompok dengan daya tahan tubuh lemah, bisa berakibat fatal.

Kemungkinan lain bisa memperparah penyakit paru dan jantung kronik, apalagi pada lansia sangat berbahaya. Kemudian, bisa berakibat fatal bukan karena penyakit, tapi disebabkan kecelakaan akibat asap yang menghalangi pandangan. (Totoksis).*

BNPB Karhutla

Related Post

  1. author

    […] BNPB : Karhutla 328 Ribu Hektare, Riau Paling Parah […]

Leave a reply