BNP2TKI Berangkatkan 148 Pekerja Migran Indonesia ke Korea Selatan

80 views

Pekerja Migran Indonesia  (PMI) di Korea Selatan tahun 2018 mencapai 6.921 orang. Per 1 Juli 2019, jumlah PMI di Korea mencapai 3.081 orang.

Korea Selatan

Seoul. Foto: Pixabay

Reaktor.co.id, Jakarta – Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI)  memberangkatkan 148 Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Korea Selatan, Selasa (2/7/2019).

Para pekerja migran yang seluruhnya akan bekerja di bidang manufaktur ini diharapkan menabung untuk investasi masa depan.

“Menabung bukan berarti disisakan, tapi disisihkan. Jadi harus punya target dari awal tentang banyaknya uang untuk investasi masa depan,” ujar Direktur Pelayanan Penempatan Pemerintah BNP2TKI, Arini Rahyuwati, dalam sambutannya.

“Bukan hanya itu, kalian juga bisa kuliah sambil bekerja di universitas terbuka. Ini juga termasuk bentuk investasi untuk masa depan,” imbuhnya.

“Kalian bekerja ke Korea Selatan untuk mencari penghasilan. Penghasilan ini harus bisa dikelola dengan baik. Harus ada pembagian antara jumlah yang ditabung, yang dikirim untuk keluarga, juga untuk keperluan selama kalian berada di Korea. Dari awal kalian sudah harus ada pembagian seperti itu,” jelas Arini.

Kepala Biro Organisasi dan Kepegawaian BNP2TKI, Justi Amaria, dalam sambutannya juga memberikan beberapa pesan kepada PMI yang akan diberangkatkan.

“Kesempatan ini harus disyukuri, karena tidak semua orang bisa mendapatkannya. Jangan disia-siakan. Selama bekerja di Korea Selatan, manfaatkan kesempatan baik ini agar adik-adik bisa menyerap ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga apa yang sudah kalian dapatkan di Korea Selatan, bisa dibawa kembali ke Indonesia,” katanya.

Ia mengingatkan soal disiplin waktu, komunikasi dengan keluarga, dan menjaga kesehatan, serta menaati aturan di Korea.

“Biasakanlah disiplin waktu, tetap berkomunikasi dengan keluarga di Indonesia, jaga kesehatan, dan taati aturan-aturan yang berlaku di sana karena kalian membawa nama baik Indonesia,” tutur Justi.

Pelepasan ini juga dihadiri Direktur Indonesia EPS Center, Choi Jeongyun. Ia menyampaikan informasi bahwa saat ini di Korea sudah memasuki musim panas.

“Di Korea saat ini sudah musim panas, jadi mungkin akan ada perbedaan cuaca dengan di Indonesia. Kalian harus menjaga kesehatan dan mempersiapkan diri dengan baik selama bekerja di sana,” katanya.

“Saya berharap, para PMI bisa mencintai Korea seperti saya juga mencintai Indonesia. Saya tahu peribahasa Indonesia yang berbunyi ‘di mana ada kemauan, di situ ada jalan’. Saya berharap semoga kalian berhasil,” ujarnya.

Menurut Kasubdit Pelaksanaan Penempatan BNP2TKI, Nugroho Pratiknyo, PMI yang diberangkatkan ke Korea Selatan kali ini berjumlah 148 orang. Seluruhnya akan bekerja di bidang manufaktur.

“Pelepasan ini merupakan kloter ke-44 dan sudah rutin kami lakukan tiga kali seminggu, yaitu setiap Senin untuk bidang fishing, Selasa untuk bidang manufaktur, dan Rabu untuk yang re-entry,” jelasnya.

“Sampai tanggal 1 Juli 2019, jumlah penerbangan PMI ke Korea Selatan sudah mencapai angka 3.081 orang. Selanjutnya, dari 148 orang ini terdiri dari 141 orang laki-laki dan 7 perempuan,’’ ungkap Nugroho.

Nugroho mengatakan, dari segi daerah asal, totalnya berasal dari 7 provinsi, di antaranya dari Jambi, Lampung, dan Sulawesi Selatan.

Rinciannya, dari Indramayu sebanyak 22 PMI, dari Cilacap 21 PMI, Blitar 13 PMI, Ponorogo 11 PMI, dan Banyuwangi 7 PMI. Mereka terdiri dari 2 orang sarjana S1, 117 lulusan SMA sederajat, dan 28 lulusan SMP sederajat.

Dari data BNP2TKI, penempatan PMI ke Korsel sepanjang 2018 mencapai jumlah 6.921 orang atau meningkat dibanding tahun sebelumnya sebanyak 3.719. (R1/Bnp2tki).*

 

BNP2TKI korea selatan Pekerja Migran

Related Post

Leave a reply