Besaran Upah Per Jam di Indonesia

75 views

Upah Per Jam

Reaktor.co.id, Jakarta — Pemerintah berencana menerapkan aturan upah buruh/pekerja per jam melalui Omnibus Law Ketenagakerjaan. Alasannya, banyak sektor yang memerlukan sistem penggajian tenaga kerja dengan bayaran per jam.

Skema pengupahan per jam ini dinilai sangat fair bagi semua pihak. Pengusaha akan dengan mudah mengukur produktivitas pekerjanya. Bagi pekerja, jika ingin mendapat upah lebih banyak, maka harus lebih rajin bekerja.

Menurut Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, bayaran per jam ini akan diberikan kepada pekerja yang menghabiskan waktu kerja di bawah 35 jam selama satu pekan. Pekerja yang bekerja selama 40 jam atau lebih tetap dibayar dengan upah formal atau bulanan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), terdapat ketimpangan rata-rata upah per jam antar jenis kelamin dan wilayah.

Rata-rata upah pekerja per jam di bagian timur paling tinggi dibandingkan dengan wilayah lainnya. Berdasarkan jenis kelamin, rata-rata upah per jam pekerja laki-laki lebih besar dibandingkan dengan perempuan.

Tercatat rata-rata upah per jam laki-laki di wilayah timur sebesar Rp 27.817, sedangkan perempuan sebesar Rp 21.823. Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan wilayah barat, yaitu Rp 24.917 untuk laki-laki dan Rp 18.571 untuk perempuan.

Teknik yang digunakan dalam analisis tersebut adalah SAE berdasarkan model Fay-Herriot. Sumber datanya berasal dari Survei Angkatan Kerja Nasional 2017, Sensus Penduduk 2010, dan Pendataan Potensi Desa 2014.

Upah Buruh per Jam

Upah Buruh per Jam

Upah Buruh upah minimum Upah Per Jam

Related Post

Leave a reply