Bayar Rendah Pekerja, Toko di Melbourne Didenda Rp 2.5 M

82 views

toko-buah-buahan

Reakto.co.id — Sebuah perusahaan yang memiliki beberapa toko buah dan sayur di kawasan Melbourne Timur, Australia, didenda $AUD 243 ribu atau sekitar Rp 2.5 miliar karena membayar rendah pekerjanya. Selain itu, perusahaan juga memalsukan catatan pembayaran gaji.

Dilansir ABC News, Pengadilan Federal Australia memutuskan, perusahaan A & S Wholesale Fruit and Vegetables Pty Ltd untuk membayar denda setelah mereka mengakui tidak membayar pegawai mereka sekitar $AUD 133 ribu.

Perusahaan itu mempekerjakan tiga orang yang bekerja di beberapa toko di kawasan Chirnside Park, Fountain Gate, Parkmore dan Dandenong anara tahun 2012 dan 2014.

Hukuman denda tersebut dijatuhkan setelah Fair Work Ombudsman memperkarakan mereka karena tidak membayar upah lembur dan upah bekerja di akhir pekan.

Menurut pengadilan, perusahan itu sebelumnya telah membayar upah pegawai dengan kisaran antara $ 10 sampai $ 18.52 per jam, dan paling sedikit dua pekerja mereka dibayar tanpa pembukuan resmi.

Oleh karena itu, perusahaan A&W Wholesale dikenai denda $ 200 ribu (sekitar Rp 2 miliar), direktur utama perusahaan Stephen Fanous didenda $30,000, dan manajer operasi therah Louli $13,000.

Famous dinilai paling terlibat dalam pelanggaran. Louli hanya terlibat dalam hal yang berkenaan dengan catatan pembukuan dan slip gaji.

Sandra Parker dari Fair Work Ombudsman mengatakan, yang memprihatinkan dari kasus ini adalah adanya unsur kesengajaan dari perusahaan untuk mengeksploatasi pekerja.

“Mereka memiliki dua pembukuan, dimana yang satu berisi catatan yang benar, dan satu lagi mereka melakukan pemalsuan, dengan sengaja menyembunyikan bagaimana mereka membayar rendah pegawai di bawah gaji minumum.” katanya Sandra Parker.

Parker juga mengatakan, para pekerja itu tidak mendapatkan bukti pembaran gaji sehingga ombudsman harus mengecek berapa jam mereka bekerja dengan menggunakan bukti dari perjalanan tol yang dilakukan para pekerja.

Sebelumnya, Fair Work Ombusdman menyatakan, banyak pekerja asal Indonesia yang mendapat upah di bawah standar.

Pekerja Indonesia di Australia dengan upah di bawah standar diimbau tidak sungkan melapor. Fair Work Ombudsman memberikan layanan bantuan bagi pekerja di Australia, termasuk pekerja migran, soal hak mereka di tempat kerja.

Fair Work Ombudsman meminta agar para pekerja yang memiliki kekhawatiran soal hak mereka untuk menghubungi lembaganya, baik lewat situs Fair Work, atau telepon 13 13 94 dan 13 14 50 untuk layanan terjemahan.*

 

Pekerja Migran Upah Buruh upah pekerja

Related Post

Leave a reply