Bandara Kertajati Akan Ganti Nama Jadi Bandara BJ Habibie

93 views

Bandara Kertajati BJ Habibie

Reaktor.co.id, Bandung — Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) atau Bandara Kertajati di Kabupaten Majalengka diusulkan berganti nama menjadi Bandara BJ Habibie.

Usulan itu dikemukakan Gubernur Jabar Ridwan Kamil dengan meminta pendapat warga Jabar. Emil –sapaan akrabnya– melakukan “survei” melalui akun Instagram-nya untuk mengetahui pendapat masyarakat, khususnya warga Jabar, tentang perubahan nama Bandara Kertajati menjadi Bandara BJ Habibie.

“Apakah netizen setuju khususnya yang warga Jawa Barat setuju jika Bandara Internasional Kertajati didedikasikan menjadi Bandara Internasional BJ Habibie?” tulis Emil dalam postingan Instagram-nya, Kamis (19/9/2019).

Menurut Emil, BJ Habibie layak untuk diabadikan menjadi nama bandara. Apalagi masa muda Habibie tidak bisa dilepaskan dengan Kota Bandung, Jawa Barat.

“Pandangan saya juga beliau bertemu cintanya di Jabar, sebelum ke Jerman sekolah di Jabar. Mendirikan IPTN (sekarang PT DI) di Jabar. Kalau dikasih list memberikan apresiasi menamai sebuah hal ya pasti berhubungan dengan kedirgantaraan,” ucapnya.

Emil akan membahas wacana perubahan nama bandara ini bersama DPRD. Menurutnya, untuk menamai sesuatu, terutama yang penting, butuh kesepahaman dengan semua pihak.

“Memang Kertajati masih nama tempat ya, nanti kita bicarakan dengan DPRD karena butuh kesepahaman. Tapi idenya diapresiasi dan akan kami tindaklanjuti,” tambahnya.

Lewat kolom komentar, sebagian besar warganet menyatakan setuju dengan rencana pengantian nama Bandara Kertajati menjadi Bandara BJ Habibie tersebut.

Anggota DPRD Setuju

Anggota DPRD Jabar, Dadang Supriatna, mengatakan dirinya tidak mempermasalahkan dengan wacana tersebut. Ia menganggap sosok presiden ketiga Indonesia itu cocok diabadikan menjadi nama baru bandara yang berlokasi di Majalengka tersebut.

Menurutnya, jasa BJ Habibie terhadap industri kedirgantaraan di Indonesia sangat besar. Terlebih, Habibie menjadi sosok sentral dalam pembangunan Industri Pesat Terbang Nusantara (IPTN) yang saat ini berubah menjadi PTDI.

“Saya pribadi siap menandatangani dan mendukungnya terhadap keinginan petisi masyarakat Jabar yang menginginkan perubahan (nama) ini,” katanya.

Anggota DPRD Jabar lainnya, Kasan Basari, juga mendukung rencana mengabadikan nama BJ Habibie untuk bandara. Ia meyakini warga Jawa Barat tidak akan keberatan karena sosoknya sangat kental dengan tanah pasundan.

“Beliau sosok anak yang dibesarkan di tanah Pasundan walau lahir di Pare-Pare, tapi besar dan sekolah di Bandung sejak SMP hingga ke jenjang Perguruan Tinggi,” ujarnya.

Menhub Tunggu Persetujuan DPRD Jabar

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, belum ada usulan dari pemerintah daerah (Pemda) terkait wacana penggantian nama penggantian nama Bandara Kertajati menjadi Bandara BJ Habibie.

“Sesuai dengan prosedur, nama diusulkan oleh Pemda dan disetujui oleh DPRD. Sejauh itu disetujui maka kita akan kondisikan. Prosesnya tergantung di DPRD. Kalau di tempat kita seminggu selesai,” ujarnya.

Dia menjelaskan, untuk mengganti nama bandara tergantung pada keputusan DPRD setempat. Jika sudah disetujui, maka penggantian nama bandara bisa dilakukan.

Kontra

Namun, tidak semua pihak setuju denan wacana tersebut. Sejarawan dari Grup Madjalengka Baheula (Grumala), Naro, menolak perubahan nama tersebut.

Ia menilai, penamaan Bandara Kertajati sudah semestinya menggunakan nama tokoh lokal Majalengka. Menurut dia, terdapat sejumlah tokoh Majalengka di masa lalu yang memiliki jasa yang besar.

“Gak setuju lah (penamaan nama BJ Habibie untuk Bandara Kertajati). Memangnya gak ada tokoh pahlawan di Majalengka,” kata Naro.

Ia menilai nama pahlawan nasional asal Majalengka, KH Abdul Halim, lebih tepat untuk menjadi nama bandara milik Pemprov Jabar itu, selain nama Ki Bagus Rangin atau tokoh kerajaan Talaga, Arya Sachanata 2.

“Arya Sachanata menolak pemerintahan Talaga dipindahkan ke Maja tahun 1819, sehingga beliau dicopot dari jabatannya sebagai Adipati atau Bupati, dipensiunkan. Tinggal pilih yang mana tokohnya, yang asli Majalengka. Jangan dari luar,” jelasnya.

“KH Abdul Halim ‘kan sudah jelas pahlawan nasional. Ki Bagus Rangin sudah tak diragukan perjuangannya. Bahkan beliau pergerakannya di daerah hilir, Kertajati, Jatitujuh,” tambah Naro (rl/detik.com/merdeka.com/sindonews.com).*

 

Bandara BJ Habibie Bandara Kertajati

Related Post

Leave a reply