Bahaya di Balik Aplikasi FaceApp yang Viral

197 views

Aplikasi FaceApp

Reaktor.co.id – Sepekan terakhir, jagat dunia maya dihebohkan oleh ulah para warganet yang mengunggah foto dirinya yang kekinian (raut wajah sekarang) bersanding dengan foto dirinya di masa depan (raut wajah lebih tua) ke media sosial (medsos).

Adalah FaceApp, sebuah aplikasi yang dikembangkan Wireless Labs dari Rusia, yang menjadi ‘biang keladi’nya. Aplikasi ini semakin populer dan menjadi viral di penjuru dunia setelah sejumlah publik figur juga menggunakan apikasi itu ditambah tagar #AgeChallenge dan #FaceAppChallenge.

Agaknya, rasa penasaran pada penampilan wajah mereka di masa tua yang memicu banyak orang mengakses FaceApp. Forbes (19/7/2019) mendata, aplikasi itu telah berhasil menyimpan lebih dari 150 juta wajah dan identitas pengguna yang mengunduhnya di Google Play. Bahkan, FaceApp masuk ke daftar aplikasi teratas di iOS App Store di 121 negara, menurut App Annie.

Pada titik inilah, pakar IT menilai, ada ancaman privasi pengguna aplikasi itu. Sebagai informasi, menurut ketentuan layanan FaceApp, perusahaan memiliki lisensi tanpa royalti yang tak dapat dibatalkan untuk melakukan apa pun terhadap data wajah pengguna yang terkumpul.

“Anda memberi FaceApp lisensi, sublisensi abadi, tidak dapat dibatalkan, tidak eksklusif bebas royalti. Lisensi dapat digunakan untuk mereproduksi, memodifikasi, mengadaptasi, menerbitkan, menerjemahkan, membuat karya turunan, mendistribusikan, dan menampilkan konten pengguna tanpa kompensasi kepada Anda,” begitulah sedikit bunyi syarat dan ketentuan aplikasi tersebut.

Konten pengguna yang dimaksud meliputi nama pengguna, wajah ataupun konten yang dibagikan pada atau melalui aplikasi FaceApp. Semuanya tersimpan dalam server cloud dan pengembang memiliki lisensi untuk mengolahnya.

“Wajah Anda mungkin akan muncul di papan iklan di Moskow. Namun, kemungkinan paling besar itu akan digunakan untuk melatih beberapa algoritma pengenalan wajah berbasis AI (artificial intelligence, red),” kata Peter Kostadinov dari media teknologi, PhoneArena.

Belajar dari kasus kebocoran data Facebook, data yang dikumpulkan sebuah aplikasi tak selalu sesuai dengan tujuan yang pengguna asumsikan. Itu tidak selalu disimpan dengan aman dan secara pribadi.

Aplikasi FaceApp

Penampakan halaman unduh FaceApp di App Store

Setelah sesuatu diunggah ke cloud, Anda kehilangan kendali atas lisensi legal terhadap konten tersebut. Itu jadi salah satu alasan Apple menjaga sebagian besar data di perangkat berbasis AI-nya.Karena itu, sebagai pengguna, Anda perlu waspada ketika aplikasi meminta akses atau lisensi terhadap konten dan/atau identitas digital.

Rob La Gesse dari perusahaan manajemen cloud Rackspace menambahkan, “Untuk menggunakan fitur FaceApp, Anda harus memberi izin untuk mengakses foto Anda, semuanya. Ia juga mendapatkan akses ke Siri dan kolom pencarian. Jadi, bahkan ketika Anda tidak menggunakannya, ia memperalat Anda.”

Ada solusi agar privasi Anda tidak diutak-atik pengembang FaceApp. Sebaiknya jangan berikan akses terhadap galeri foto kepada pengembang FaceApp. Gunakan foto yang diambil langsung melalui kamera. (Diolah dari berbagai sumber/AF)

 

Aplikasi FaceApp Teknologi

Related Post

Leave a reply