Audisi Bulutangkis Dilanjutkan dengan Nama Baru, Polemik KPAI-PB Djarum Selesai

32 views

PB Djarum mengubah nama “Audisi Umum Beasiswa PB Djarum 2019” menjadi “Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis”. KPAI mencabut surat permintaan pemberhentian audisi.

Audisi Umum Bulutangkis PB Djarum

Reaktor.co.id, Jakarta — PB Djarum akan melanjutkan program audisi umum bulutangkis untuk mencari bibit unggul atlet badminton Indonesia.

Sebelumnya, PB Djarum menyatakan akan menghentikan audisi umum bulutangkis atas desakan Komisi Perlindingan Anak Indonesia (KPAI).

Kini PB Djarum menyatakan akan melanjutkan audisi bulutangkis dengan nama baru, tanpa embel-embel nama “Djarum” sebagaimana diprotes KPAI.

Dilansir laman resmi Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Kamis (12/9/2019), polemik antara KPAI dengan PB Djarum menemukan titik temu usai rapat koordinasi yang dipimpin Menpora Imam Nahrawi bersama KPAI, PB Djarum, dan Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI).

Petemuan dihadiri  Ketua KPAI Susanto, Sekjen PBSI Achmad Budiharto, dan Pengurus PB Djarum Lius Pongoh.

Dalam jumpa pers di Media Center Kemenpora, Senayan, Jakarta, Kamis (12/9/2019), Menpora Imam Nahrawi menyebutkan beberapa kesimpulan yang disepakati.

“Para pihak yang berpolemik tentang audisi bulutangkis telah mengadakan pertemuan yang dipimpin Menpora untuk menemukan solusi agar audisi bulutangkis tetap berkesinambungan,” katanya.

“Alasan utama adanya kesinambungan audisi bulutangkis ini adalah dengan mempertimbangkan adanya ketersediaan antara bulutangkis usia muda secara selektif dan berjenjang dalam berkontribusi bagi proses pembibitan atlet bulutangkis nasional karena cabor bulutangkis masih menjadi salah satu cabor penyumbang utama perolehan medali di sejumlah even internasional,” tambah Menpora.

PB Djarum sepakat untuk mengubah nama yang semula “Audisi Umum Beasiswa PB Djarum 2019” menjadi “Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis”, tanpa menggunakan logo, merk, dan brand image Djarum.

Pihak KPAI juga mencabut surat tanggal 29 Juli 2019 tentang Permintaan Pemberhentian Audisi Djarum.

“Kemenpora, KPAI dan PBSI sepakat memberikan kesempatan kepada PB Djarum untuk konsolidasi internal guna melanjutkan audisi bulutangkis di tahun 2020 dan seterusnya dengan mengacu pada kesepakatan yang telah diambil pada pertemuan tanggal 12 September 2019 bertempat di Kantor Kemenpora yang dipimpin oleh Menpora,” demikian poin terakhir yang dibacakan Menpora.

Menpora menyatakan, dengan adanya kesepatakan, maka polemik soal Audisi Bulutangkis sudah selesai.

“Dengan demikian, maka selesailah polemik tentang audisi umum bulutangkis tahun 2019 antara PB Djarum dengan KPAI,” tegasnya.

“PB Djarum akan konsolidasi internal untuk melanjutkan audisi di tahun 2020 dan seterusnya, semoga mengakhiri kekhawatiran dan kecemasan atlet muda, orang tua dan masyarakat tentang masa depan bulutangkis,” ujar Menpora.

“Untuk tahun 2019 kita akan tetap berjalan untuk audisi karena sesuai agenda masih ada 3 kota yakni Solo, Surabaya dan Kudus untuk tahun 2020 kami akan konsolidasi internal terlebih dahulu,” ujar Pengurus PB Djarum Lius Pongoh.

Penghentian audisi bulutagkis atas desakan KPAI memunculkan pro-kontra. Warganet di media sosial Twitter bahkan menyerukan #BubarkanKPAI sebagai protes sekaligus dukungan bagi audisi bulutangkis. Kemenpora sejak awal menyatakan dukungannya bagi audisi bulutangkis. (RL/Kemenpora).*

 

Audisi Bulutangkis KPAI PB Djarum

Related Post

Leave a reply