Atribut Bintang Kejora Warnai Demonstrasi Mahasiswa Papua di Depan Istana

144 views

Anggota DPR RI sangat menyesalkan penggunaan simbol Bintang Kejora oleh demonstran di depan Istana Merdeka, simbol kedaulatan negara.

Reaktor.co.id, Jakarta – Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Antirasisme, Kapitalisme, Kolonialisme, dan Militerisme berunjuk rasa di seberang Istana Merdeka, Kamis (22 Agustus 2019). Aksi tersebut berkaitan erat dengan isu rasisme di balik peritiwa pengusiran sejumlah mahasiswa asal Papua dari asrama mereka di Surabaya dan Malang, Jawa Timur.

Seraya bertelanjang dada di tengah panas terik matahari, massa demonstran mengibarkan beberapa atribut Bintang Kejora dan menyanyikan lagu dengan lirik menuntut kemerdekaan Papua. Beberapa demonstran bahkan mengecat wajahnya dengan motif Bintang Kejora.

Massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Antirasisme menggelar aksi protes di sekitar Istana Merdeka, Jakarta. (Foto Indonesiainside.id)

“Rakyat Papua merasa sakit hati ketika mereka disamakan dengan monyet. Tidak hanya sekali kami mendapatkan perlakuan seperti ini, bahkan sangat sering sekali diperlakukan rasis,” ucap seorang demonstran kepada wartawam.

Bukan hanya soal rasisme, massa juga sesekali meneriakkan kalimat Papua Merdeka.

BACA JUGA: Demo Mahasiswa Papua di Jakarta Suarakan Tutup Freeport dan Referendum

“Kami meminta keadilan dan merdeka”, “Berikan hak menentukan nasib sendiri untuk mengakhiri rasisme dan penjajahan di West Papua” adalah dua dari bunyi spanduk besar yang dibawa massa.

“Kami ingin merdeka! Bendera kami bintang kejora, bukan merah putih! Biarkan kami si kulit hitam dan rambut keriting memisahkan diri dari kalian,” teriak seorang orator dari atas mobil komando.

Massa juga mengungkapkan kekecewaan atas respons Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait aksi rasisme yang dialami rekan-rekan mereka di Surabaya dan Malang.

“Tidak bisa begitu saja menyelesaikan dengan minta maaf. Ini bukan lebaran!” ujar seorang orator dari atas mobil komando.

demo papua jakarta

Anggota DPR RI, Sukamta, sangat menyesalkan penggunaan simbol Bintang Kejora oleh peserta aksi tersebut, terlebih lagi itu dilakukan di depan Istana Merdeka, simbol kedaulatan negara.

Menurut politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, tindakan demonstratif anti-NKRI itu harus ditindak dengan serius oleh aparat keamanan. Sebab, jika dibiarkan tanpa ada respons sama sekali, dikhawatirkan itu bakal menjadi preseden buruk dan bom waktu dengan selebrasi yang mungkin lebih besar lagi.

“Simbol yang biasa digunakan oleh pendukung Organisasi Papua Merdeka (OPM) itu tidak bisa dibiarkan karena akan mengoyak NKRI dan persatuan bangsa Indonesia. Bibit separatisme sekecil apa pun perlu disikapi dengan bijak dan segera agar tidak membesar di kemudian hari,” tandas Sukamta, dikutip dari Indonesia Inside, seraya berpesan kepada warga Papua agar menyuarakan hak dan aspirasinya di bawah panji Merah Putih. (AF)*

Aliansi Mahasiswa Antirasisme Bintang Kejora dan Militerisme Kapitalisme Kolonialisme Organisasi Papua Merdeka reaktor

Related Post

Leave a reply