Aspirasi Pekerja/Buruh soal UU Ketenagakerjaan Bakal Diteruskan KSP ke Presiden

186 views

Reaktor.co.id, Jakarta – Setelah cukup lama berunjuk rasa menolak revisi UU Ketenagakerjaan di depan Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (21/8/2019), akhirnya 10 orang perwakilan massa pekerja/buruh diterima Deputi Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Kantor Staf Presiden (KSP), Eko Sulistyo.

Presidium GEKANAS, Johan, salah satu perwakilan menyatakan bahwa pihak Istana menerima aspirasi para pekerja/buruh itu.

“Kawan-kawan semua, atas petisi 21 Agustus 2019 yang telah resmi disampaikan oleh GEKANAS alhamdulillah telah diterima atau disampaikan langsung kepada Presiden Indonesia. Tanda terima saya pegang,” ujar Johan di hadapan massa pekerja/buruh, yang setia menunggu pertemuan berakhir.

Konvoi ribuan pekerja/buruh menuju Istana Merdeka, Rabu (21 Agustus 2019)

Johan menambahkan, pihak KSP sepakat bahwa negara harus hadir untuk memberikan perlindungan kepada kaum pekerja/buruh. Atas hal itu, Johan mengatakan GEKANAS mengapresiasi komitmen KSP tersebut.

“Dalam pertemuan tersebut disampaikan secara lisan oleh Kantor Staf Presiden, pemerintah bersepakat bahwa negara harus hadir dalam memberikan perlindungan bagi kamu pekerja dan meningkatkan kesejahteraan pekerja,” lanjut Johan.

“Kami atas GEKANAS memberikan apresiasi atas statement tersebut karena Kantor Sekretariat Negara menyampaikan bahwa ketika pekerja sejahtera maka negara dengan sendirinya akan sejahtera,” sambungnya.

Johan mengatakan, dalam pertemuan itu, pihak Istana juga mempersilakan para pekerja/buruh untuk selalu memberikan masukan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Khususnya, terkait kebijakan ketenagakerjaan.

“GEKANAS diberikan kesempatan untuk selalu berkomunikasi dan berkoordinasi dalam rangka memberikan masukan kepada Presiden Republik Indonesia dalam hal kebijakan ketenagakerjaan agar berpihak kepada kaum pekerja/buruh,” terang Jonan.

Terpisah, Arif Minardi yang juga Presidium GEKANAS, mengatakan, pihaknya telah berbincang dan menyampaikan aspirasi kepada KSP, yang diwakili Deputi IV.

“Sudah ada (bertemu dengan perwakilan Istana), kami dari 8 federasi itu seluruhnya sekarang ada 10 orang, dan 1 orang dokumentasi, itu 10 orang. Sedang diterima Kantor Staf Presiden. Mudah-mudahan disampaikan ke presiden. Kalau tidak salah, yang menerima itu namanya Eko Sulistyo, Deputi IV. Saya juga bertemu beliau beberapa kali demo, tapi saya kritiklah tidak ada yang ditindaklanjuti,” kata Arif yang juga Ketua Umum DPP Federasi Serikat Pekerja Logam Elektronik dan Mesin (FSP LEM) SPSI.

Ketua Umum DPP FSP LEM SPSI dan Presidium GEKANAS, Arif Minardi

Arif mengatakan, pertemuan perwakilan buruh dengan KSP membahas revisi UU Ketenagakerjaan. Menurutnya, sejumlah poin yang diwacanakan akan direvisi dalam UU tersebut tidak menyentuh persoalan kaum buruh.

“Iya (revisi UU No 13 Tahun 2003). Kita sampaikan kalau Anda ada masalah ada forumnya. Kalau bahasa pengadilan sebelum menyidangkan yang substansi kan materiil dulu. Ini prosedur formil saja belum beres langsung ke substansi, ya pasti berantakan, kira-kira begitu,” tandas Arif dikutip dari detik.com.

Setelah mendapatkan kejelasan hasil pertemuan perwakilan mereka dengan pihak Istana, massa pekerja/buruh yang tergabung dari berbagai serikat pekerja kemudian membubarkan diri dengan tertib dan kondusif. Orator di atas mobil komando meminta massa bubar dengan tertib.

“Mari kita pulang dengan tertib, terima kasih kawan-kawan semuanya,” ucap orator kepada massa yang membubarkan diri mengarah ke Jalan MH Thamrin, Jalan Abdul Muis, dan Jalan Majapahit.

Mereka meninggalkan menggunakan lokasi dengan sepeda motor, bus, hingga berjalan kaki. Lalu lintas di sekitaran Istana Negara kembali lancar. (AF)

Arif Minardi aspirasi buruh FSP LEM SPSI Gekanas Pekerja reaktor Revisi UU Ketenagakerjaan

Related Post

Leave a reply