Reeracoen Luncurkan Aplikasi Ultra Tech untuk Pekerja Gajian Lebih Awal

72 views

Ultra Tech adalah layanan yang memungkinkan karyawan dapat menarik gajinya sebelum tanggal gajian. Berdasarkan data absensi/gaji, karyawan dapat mewujudkan prabayar gaji di muka secara gratis.

Aplikasi Ultra Tech

Reaktor.co.id — PMA asal Jepang, PT Reeracoen Indonesia menyediakan aplikasi Ultra Tech untuk pekerja atau karyawan.

Mirip Fintech, aplikasi ini merupakan layanan kompensasi yang memungkinkan karyawan untuk mengambil gajinya lebih awal sebelum tanggal gajian, sesuai dengan jumlah hari karyawan bekerja.

“Jadi, perusahaan klien bekerja sama dengan kami dan ada fee yang harus dibayar klien untuk dana talangan yang kami berikan,” ujar Direktur PT Reeracoen Indonesia, Kenichi Fujiki.

“Aplikasi yang kami miliki ini murni untuk kesejahteraan karyawan jadi bukan merupakan pinjaman online,” tegas  Kenichi dikutip dari Antara, Senin (12/8/2019).

Gaji Prabayar Ultra Tech

Aplikasi Ultra Tech diluncurkan Januari 2018. Produk ini memungkinkan pembayaran gaji di awal kepada karyawan berdasarkan hari kerja yang dilaluinya dan skala gaji mereka yang sudah diatur terlebih dahulu oleh perusahaan.

Untuk menikmati fasilitas tersebut, karyawan cukup mengakses aplikasi Ultra Tech dan mengisi permohonannya. Dalam aplikasi tersebut, karyawan juga dapat melihat riwayat pengajuan dan membatal pengajuan yang telanjur sudah diajukan.

Perusahaan dapat memantau secara real time keadaan penggunaan layanan ini melalui dashboard yang disediakan. Pihak perusahaan juga dapat dengan mudah dan aman menggunakan layanan ini.

PT Reeracoen Indonesia didirikan sejak tahun 2013 dengan bisnis utamanya agen rekrutmen (recruitment agency).

Kenichi mengklaim, Ultra Tech ini sudah diakui oleh perusahaan-perusahaan sebagai alternatif aman untuk karyawan yang membutuhkan dana darurat.

Indonesia adalah negara pertama di luar Jepang yang menjajal produk Ultra Tech ini.

Layanan Ultra Tech di Indonesia telah dimanfaatkan oleh lebih dari 150 perusahaan, dengan total lebih dari 50 ribu pengguna per Agustus 2019. Sebanyak 60% di antaranya adalah perusahaan Jepang dan sisanya 40% adalah perusahaan lokal.

Hingga akhir tahun 2019, Kinichi menargetkan Ultra Tech dapat menggaet 80 ribu pengguna dari 250 ribu perusahaan.

Untuk monetisasinya, Ultra tech mengenakan biaya sistem dari tiap pengajuan gaji prabayar yang dilakukan karyawan, dan tidak mengenakan biaya apa pun ke perusahaan.

Dari ulasan di Google Play, mayoritas berisi hal positif, meski ada yang menyebutkan kelemahan aplikasi ini.

“Sangat membantu sekali kalo lagi butuh mendesak aplikasi yang keren,” tulis seorang pengguna.

“Katanya pencairan satu hari kerja dari jangka pengajuan.tpi ini sudah 2 hari belum ada.tolong di perbaiki lagi,” tulis yang lain.*

 

Aplikasi Ultra Tech Gaji Karyawan upah

Related Post

Leave a reply