Antisipasi Crosshijaber, Pemkot Bandung Tingkatkan Pengawasan Tempat Ibadah

118 views

Di Ternate, crosshijaber yang berpakaian muslimah lengkap dengan hijab dan cadar nekat mengajak orang-orang berkenalan dan menjadikan mereka sasaran pencurian dan penipuan.

crosshijaber

Foto unggahan komunitas crosshijaber di media sosial (Twitter)

Reaktor.co.id, Bandung — Kaum perempuan Muslim (muslimah) di Kota Bandung diresahkan aksi komunitas crosshijaber yaitu kaum pria yang mengenakan busana wanita (muslimah) berupa jilbab, hijab, bahkan cadar.

Istilah crosshijaber diambil dari istilah crossdresser, yaitu laki-laki yang terobsesi menjadi wanita dengan mengenakan busana perempuan.

Diketahui dari beberapa unggahan foto yang viral di media sosial, crosshijaber berani menyusup ke kalangan muslimah di tempat ibadah, pengajian, bahkan toilet perempuan.

Sebuah foto yang diunggah di media sosial, seperti Twitter dan Instagram, menunjukkan crosshijaber ada di barisan shalat (shaf) perempuan.

Kondisi tersebut tentu membuat resah warga Kota Kembang terutama kaum hawa. Sebab, para lelaki yang gemar mengenakan pakaian perempuan ini kerap berkeliaran di sejumlah masjid.

Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyanan, mengatakan, keberadaan crosshijaber di Kota Bandung sudah meresahkan warga, khususnya kaum perempuan. Dia menegaskan, penyimpangan ini harus dicegah.

“Kami akan berupaya mencegahnya dengan meminta dinas terkait untuk mengedukasi mereka,” kata Yana kepada wartawan, Rabu (16/10/2019).

Menurut dia, aksi-aksi para crosshijaber ini memang harus dicegah. Karena, banyak dari mereka yang masuk dalam barisan perempuan saat beribadah di masjid, bahkan sampai ikut menggunakan toilet wanita.

Dia meminta, orang tua dan tokoh masyarakat dan agama memiliki peranan penting untuk menasihati mereka. Sebab, yang dilakukan para pria yang terobsesi menjadi wanita hingga ikut berpakaian syar’i, sudah menyalahi aturan.

“Harus dari tingkat bawah. Yakni dari keluarga, lalu lingkungannya. Peranan mereka menjadi sangat penting,” ujarnya.

Meski viral di media sosial, namun hingga saat ini Yana mengaku belum mendapat laporan terkait perilaku crosshijaber yang meresahkan masyarakat ke jajaran pemerintah daerah.

Sikap MUI dan DKM

Majelis Ulama Indonesia Jawa Barat (MUI Jabar) meminta seluruh Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) untuk mewaspadai penyusupan laki-laki menggunakan pakaian hijab atau crosshijaber tersebut.

Sekretaris MUI Jawa Barat, Rafani Akhyar, menegaskan, dalam ajaran agama Islam, seorang lelaki mengenakan pakaian perempuan begitu pun sebaliknya sudah jelas dilarang agama alias haram.

“Jadi ada fenomena seperti ini patut dipertanyakan. Karena itu, MUI mengimbau masyarakat terutama DKM-DKM untuk mewaspadi terjadinya penyusupan laki-laki yang memakai hijab itu,” katanya, Selasa (15/10/2019).

Rafani juga meminta DKM untuk bersikap tegas jika menemukan crosshijaber di sekitar masjid. “Kalau melihat ada lelaki pakai hijab d masjid ditangkap atau melaporkan ke polisi,” katanya.

Meski demikian, kata dia, sampai saat ini belum ada laporan terkait keberadaan para lelaki berperilaku menyimpang tersebut di dalam masjid. “Tapi fenomena itu sudah marak di Kota Bandung dan beberapa wilayah lain di Jawa Barat,” ujarnya.

Rafani mengaku tidak mengetahui maksud dan motivasi omunitas crosshijaber mengenakan pakaian gamis dan berbaur bersama para perempuan di dalam masjid.

Dia khawatir para pelaku crosshijaber ini memiliki motif terselubung di balik penggunaan hijab. “Saya khawatir nanti motifnya untuk kriminal atau kejahatan yang lebih luas ataupun untuk kepentingan seks. Jadi apa pun motifnya itu terlarang,” katanya dilansir laman iNews.id.

Motif Kriminal

Kekhawatiran Rafani beralasan. Dilansir Liputan6, polisi menangkap seorang pria yang menyamar memakai hijab dan cadar di Ternate, Maluku Utara.

Pelaku dengan berpakaian muslimah lengkap dengan hijab dan cadar nekat mengajak orang-orang berkenalan dan menjadikan mereka sasaran pencurian dan penipuan.

Ditayangkan Fokus Indosiar, Kamis (17/10/2019), setelah mendapat informasi dari warga, Polsek Ternate Selatan langsung menggerebek rumah kos di Kelurahan Gambes, Kota Ternate Selatan.

Tersangka AN alias Nur (19) pasrah saat digerebek polisi. Ia pun memperagakan cara penyamarannya memakai hijab.

Pelaku mengaku dirinya kerap menyamar menggunakan cadar dan hijab agar tidak dicurigai oleh para calon korbannya. Saat akan melakukan pencurian, pelaku kerap mengincar telepon genggam atau perhiasan emas korban.

“Modusnya ini pria ini memakai pakaian wanita dan mendekati calon korbannya. Setelah calon korban itu lengah, barulah barang-barang mereka diambil,” ujar Kapolsek Ternate Selatan AKP Catur Erwin.

Polisi berhasil menyita pakaian yang ia gunakan saat beraksi serta mengamankan empat buah telepon genggam berbagai merk sebagai barang bukti.*

 

Bandung Crosshijaber media sosial

Related Post

Leave a reply