Antara Esemka dan Tahta Mobil Sejuta Umat

138 views

Presiden Jokowi meresmikan Esemka (istimewa)

Reaktor.co.id – Pabrik perakitan mobil PT Solo Manufaktur Kreasi (Esemka) telah diresmikan Presiden Jokowi di Boyolali. Produk otomotif dengan merek yang selama ini kontroversial dan penuh misteri itu begitu diluncurkan langsung mendapat tanggapan miring dari publik.

Laman sosial media penuh dengan sinisme terkait dengan peluncuran produk otomotif yang selama ini digadang-gadang Jokowi itu. Melihat respon publik yang sebagian besar bernada sumbang, tentunya dari aspek psikologi pasar merupakan pukulan berat bagi produk yang sedang mengawali bisnisnya.

Esemka tentunya harus bersaing secara sehat dengan merek lain. Terutama dengan 20 merek mobil terlaris di Indonesia pada Juli 2019 seperti yang telah dirilis oleh Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO). Yang mana tahta juara terlaris dipegang oleh Toyota Avanza.

Dilansir Kantor Berita Antara, Presiden Direktur Esemka Eddy Wirajaya sudah mengumumkan harga pickup Esemka Bima 1.2 dan 1.3 yang dipatok sekitar Rp110 juta.

Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2019 tentang Penghitungan Dasar Pengenaan Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor 2019, harga Esemka Garuda 1 kemungkinan masih di bawah Rp280 juta.

Mengutip Permendagri dimaksud, tercantum Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) Esemka Bima 1 adalah Rp 81 juta, sedangkan SUV Esemka Garuda 1 Rp 209 juta.

NJKB merupakan penghitungan nilai jual kendaraan bermotor sebelum memperhitungkan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Biaya Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) dan biaya-biaya ikutan lainnya.
Mengingat penghitungan BBNKB berbeda-beda di setiap daerah atau provinsi, perkiraan harga off the road Esemka Bima 1.2 dan Garuda 1 setelah memperhitungkan PKB untuk kedua mobil itu.

Menurut Permendagri Nomor 4/2019, PKB untuk kendaraan penumpang sebesar 30 persen dari Dasar Pengenaan Pajak Kendaraan Bermotor (DP PKB).

Dengan demikian, harga off the road Esemka Bima 1.2 dan Garuda 1 dihitung setelah memperhitungkan NJKB, bobot kendaraan, dan DP PKB.

Esemka Bima 1.2 yang memiliki NJKB Rp81 juta, kemudian bobot kendaraan 1.085 kg, dan DP PKB sebesar Rp 87,885 juta, akan memiliki rumusan harga off the road Rp 87,885 juta x 30 persen + NJKB. Dengan penghitungan itu, maka harga off the road Esemka Bima 1.2 berkisar Rp 107,3 juta.

Oleh karena itu, wajar apabila dalam peresmian pabrik, Jumat, 6 September 2019, harga Bima 1.2 dan 1.3 dibanderol dengan harga sekitar Rp 110 juta.

Sementara untuk Esemka Garuda 1 yang memiliki NJKB Rp209 juta dan DP PKB Rp219,450 juta, berdasarkan penghitungan yang sama dalam Permendagri itu, harga off-the-road-nya bisa dihitung dengan penjumlahan Rp219,450 juta x 30 persen + NJKB. Dengan demikian, harga off-the-road Garuda 1 kemungkinan sekitar Rp274,83 juta.

Seperti dilansir Kantor Berita Antara, banyak yang menyebut bahwa Garuda 1 yang bermesin 2.000cc diadopsi dari mobil pabrikan China Foday, tepatnya Foday Landfort. SUV yang di negara asalnya diproduksi sekitar 200.000 sebulan–merujuk pada data penawaran di situs Alibaba.com.

Di Tiongkok, mobil itu dirilis dalam enam varian, yakni 2.4L Standard, 2.4L Luxury, 2.4 4WD Luxury, 1.9T Standard, 1.9T Luxury, dan 1.9T 4WD Luxury.

Mobil berbobot 1.820 kg hingga 1.990 kg tergantung pada variannya itu memiliki dimensi panjang 4.771mm, lebar 1.870mm, tinggi 1.828mm, jarak sumbu roda 2.790mm, dan ground clearance 217mm.

Ilustrasi mobil terlaris

20 Merek Mobil Terlaris di Indonesia Juli 2019

Penjualan mobil di Indonesia pada Juli 2019 meningkat dibanding Juni sebelumnya. Dalam data distribusi wholesales yang dirilis GAIKINDO sepanjang Juli 2019 para produsen mobil mengirimkan 89.110 unit mobil atau naik dari sebelumnya 59.539 unit.

Merek terlaris masih dipegang oleh Toyota. Selama Juli 2019, Toyota mendistribusikan 29.375 unit mobilnya ke seluruh dealer-nya di Tanah Air. Sedangkan merek terlaris kedua ada Honda dengan distribusi sebanyak 13.894 unit. Di tempat ketiga diisi Daihatsu. Total selama Juli Daihatsu mendistribusikan 13.013 unit mobilnya.

Tahta mobil terlaris bulan Juli bergeser ke mobil sejuta umat Toyota Avanza. Distribusi Avanza pada Juli 2019 mencapai 7.848 unit sekaligus menjadi yang terbanyak sepanjang bulan ketujuh pada 2019. Dengan capaian tersebut Avanza mampu menggeser Xpander yang pada Juni menjadi mobil terlaris se-Indonesia.

Pada Juli 2019, distribusi Xpander hanya mencapai 5.775 unit. Ia digusur oleh Toyota Rush yang pada Juli mencapai 6.136 unit. Wuling Almaz kini mulai masuk dalam daftar 20 mobil terlaris di Indonesia pada Juli 2019. (TS).*

Daftar 20 Besar Pasar Mobil di Indonesia Juli 2019 :

1. Toyota Avanza: 7.848 unit
2. Toyota Rush: 6.136 unit
3. Mitsubishi Xpander: 5.775 unit
4. Honda Brio Satya: 5.655 unit
5. Toyota Calya: 5.167 unit
6. Suzuki Carry Pick-up: 3.840 unit
7. Daihatsu Sigra: 3.757 unit
8. Daihatsu Gran Max Pick-up: 3.556 unit
9. Toyota Kijang Innova: 3.414 unit
10. Honda HR-V: 2.741 unit
11. Toyota Agya: 2.369 unit
12. Daihatsu Ayla: 2.148 unit
13. Suzuki Ertiga: 2.095 unit
14. Mitsubishi Pajero Sport: 1.698 unit
15. Honda Mobilio: 1.193 unit
16. Toyota Fortuner: 1.139 unit
17. Honda CR-V 1.5 L turbo: 1.128 unit
18. Daihatsu Terios: 1.080 unit
19. Wuling Almaz: 1.068 unit
20. Toyota Yaris: 909 unit.

Esemka Gaikindo

Related Post

Leave a reply