Amerika Serikat Rayakan Hari Buruh 2 September 2019

94 views

Sebagian besar pekerja di Amerika menghabiskan hari libur dengan menikmati waktu bersama keluarga mereka, berkumpul untuk acara masak di halaman belakang rumah atau melakukan rekreasi di taman dan pantai.

Hari Buruh Amerika

Anggota serikat pekerja AS ikut berpartisipasi dalam parade Hari Buruh di Detroit, 2 September 2019. (VOA Indonesia)

Reaktor.co.id — Amerika Serikat memiliki Hari Buruh (labor day) tersendiri sebagai hari libur khusus untuk menghormati pekerja Amerika dan kontribusi mereka terhadap perekonomian negara.

Kongres AS meloloskan undang-undang yang menetapkan Senin pertama bulan September setiap tahun sebagai Hari Buruh dan menjadikannya hari libur nasional pada 28 Juni 1884.

Presiden Grover Cleveland memproklamasikan Hari Buruh sebagai hari libur pada September tahun 1894.

Tahun ini, warga Amerika khususnya kaum pekerja merayakan liburan Hari Buruh pada Senin, 2 September 2019.

Dilansir VOA Indonesia, tahun 1880-an, ada dorongan untuk mengakui sumbangsih kaum pekerja Amerika. Ketika itu, para pekerja/buruh umumnya bekerja sedikitnya 12 jam sehari, enam hari seminggu, dengan gaji yang rendah.

Anak-anak, bahkan ada yang masih berumur lima tahun, sering menjadi bagian dari pemandangan pabrik yang suram. Tunjangan perawatan kesehatan tidak pernah terdengar sebelumnya.

Satu demi satu, negara-negara bagian di Amerika menyusun dan mengesahkan undang-undang yang mengkhususkan satu hari untuk menghormati kontribusi pekerja biasa.

Sesuai dengan tujuan hari libur ini, banyak warga kota di Amerika mengadakan parade untuk menghormati serikat pekerja, Mereka mengadakan berbagai atraksi untuk rekreasi dan hiburan bagi para pekerja dan keluarga mereka.

Namun, sebagian besar pekerja di Amerika menghabiskan hari libur dengan menikmati waktu bersama keluarga mereka, berkumpul untuk acara masak di halaman belakang rumah atau melakukan rekreasi di taman dan pantai.

Hari Buruh dikenal sebagai akhir musim panas secara tidak resmi, karena sekolah biasanya dibuka kembali dari liburan panjang musim panas setelah Hari Buruh.

Meski memiliki Hari Buruh tersendiri, Hari Buruh Internasional (May Day) tetap berlaku di Amerika Serikat.

Namun, ironisnya, sebagian besar orang di Amerika Serikat tak merayakan Hari Buruh Internasional seperti warga dunia lain memeringatinya, padahal Hari Buruh Internasional lahir di Amerika.

Hari pertama Mei adalah peringatan pemogokan pekerja besar-besaran di Chicago, Amerika Serikat, tahun 1886. Pada hari itu, para pekerja, sebagian besar imigran Jerman, menggelar aksi mogok. Aksi tersebut sebagai salah satu cara mereka untuk memperjuangkan hak delapan jam kerja.

Pada awal Perang Dingin, Kongres Amerika mengesahkan undang-undang yang menyatakan 1 Mei sebagai “Hari Loyalitas”.

Penetapan 1 Mei itu sebagai upaya untuk menjauhkan negara itu dari asal-usul asli May Day dan kaitannya dengan komunisme. Tiga tahun kemudian, Presiden Dwight D Eisenhower mengubahnya menjadi “Hari Hukum”. (RL).*

 

Amerika Serikat Hari Buruh

Related Post

Leave a reply