Aliansi Buruh Tolak UMP Jateng 2020 Rp 1,7 Juta

51 views

Gerbang Jateng

Reaktor.co.id, Semarang – Aliansi Gerakan Buruh Berjuang (Gerbang) Jawa Tengah menolak besaran Upah Minimum Provinsi Jawa Tengah (UMP Jateng) tahun 2020 sebesar Rp 1.742.015 atau naik dari UMP Jateng 2019 senilai Rp 1.605.396.

Penetapan UMP Jateng 2020 berdasarkan ketentuan PP Nomor 78 tahun 2015 dan mengacu pada Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan Nomor B-M/308/HI.01.00/X/2019 yang menetapkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen.

Plt Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Tengah, Susi Handayani menjelaskan, sidang pleno Dewan Pengupahan Provinsi Jawa Tengah, Senin (21/10/2019), menyepakati besaran UMP Jateng 2020 sebesar Rp 1.742.015,22.

Susi menerangkan, upah minimum merupakan upah bulanan terendah. Dalam upah itu, terdiri dari upah pokok tanpa tunjangan atau termasuk tunjangan tetap.

Upah minimum hanya berlaku bagi pekerja dengan masa kerja kurang dari satu tahun. Bagi yang telah bekerja lebih dari satu tahun, maka dapat dirundingkan dengan cara bipartit, yakni antara buruh dan pengusaha.

“Setelah UMP ditetapkan, langkah selanjutnya ujar Susi adalah penetapan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK). Untuk UMK 2020 di masing-masing Kabupaten/Kota, selambat-lambatnya harus sudah ditetapkan pada 21 November 2019,” katanya dikutip Semarang Inside.

Ditambahkanya, UMP Jateng 2020 ini menjadi acuan bagi tiap Kabupaten/Kota di Jateng agar tidak menetapkan UMK di bawah UMP Jateng.

Aliansi Gerakan Buruh Berjuang (Gerbang) Jateng menolak besaran UMP tersebut. Gerbang menilai, kenaikan upah tidak bisa disama ratakan di semua daerah, terlebih lagi UMP Jateng terbilang kecil jika dibanding provinsi lain di Pulau Jawa.

“Buruh akan menjadi miskin abadi,” kata Kordinator Gerbang, Ahmad Zainudin.

Dia mengusulkan, Pemprov Jateng menetapkan UMP 2020 sesuai dengan Kebutuhan Hidup Layak (KHL) yang merupakan standar kebutuhan seorang pekerja/buruh lajang untuk dapat hidup layak secara fisik dalam satu bulan.

“Kebutuhan hidup layak mencakup sandang, pangan, papan, kesehatan dan pendidikan yang dapat diketahui melalui survei di lapangan bukan disamaratakan secara nasional,” kata Ahmad.*

 

Gerbang Jateng UMP Jateng upah minimum

Related Post

Leave a reply