Aksi Demo Mujahid 212 di Depan Istana Suarakan Berbagai Isu Aktual

173 views

Semula aksi demo ini bernama “Parade Tauhid Indonesia 2019”, tapi diganti menjadi “Aksi Mujahid 212 Selamatkan NKRI” dengan mengusung empat isu. Polisi siap kawal.

Aksi Mujahid 212

Reaktor.co.id, Jakarta – Massa umat Islam yang menamakan diri “Mujahid 212” berencana menggelari aksi demonstrasi di depan Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Sabtu (28/9/2019).

Menurut Ketua Panitia Edy Mulyadi, titik kumpul aksi berada di Bundaran HI mulai pukul 08.00 WIB dan bergerak menuju Istana.

“Kami ingin kembali menegaskan, bahwa umat Islam bersama arus besar perubahan yang digelorakan mahasiswa dan para pelajar SMU. Kami ingin memberikan kontribusi maksimal untuk perubahan Indonesia menjadi lebih baik,” kata Edy lewat rilisnya, Jumat (27/9/2019).

Mengusung tema “Aksi Mujahid 212 Selamatkan NKRI”, aksi demo kali ini menyuarakan empat isu.

Pertama, aksi mahasiswa masih dihadapi oleh aparat dengan sikap represif hingga menimbulkan korban luka, hilang, bahkan ada yang meninggal dunia.

Kedua, munculnya aksi para pelajar sebagai sebuah fenomena yang sebelumnya tidak pernah terjadi dalam ekskalasi politik di negeri ini. Dia mengatakan, aksi yang berlangsung spontan dan tanpa komando itu pun berakhir ricuh dan berujung diamankannya ratusan pelajar oleh aparat.

Ketiga, kerusuhan di Wamena, Papua, dengan korban puluhan jiwa dan eksodus warga pendatang keluar dari wilayah tersebut.

Keempat, masalah bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan yang tidak ditangani cepat oleh pemerintah telah menyebabkan ratusan ribu warga terkena pekatnya asap dan menderita ISPA hingga merenggut korban jiwa.

“Berbagai kondisi ini menunjukkan negeri kita tidak dalam keadaan baik-baik saja. Ada yang salah dalam mengelola dan mengurus negara yang kita cintai ini. singkat kata, pemerintah telah gagal,” ujar Edy.

Pihaknya mengajak umat Islam, termasuk mahasiswa, pelajar, ormas Islam, dan “emak-emak militan” bergabung dalam Aksi Mujahid 212 guna menentang ketidakadilan dan menegakkan kebenaran di negeri ini.

“Dengan semangat Mujahid 212 mari kita kembali bersama-sama lakukan perubahan untuk Indonesia yang lebih baik. Aksi Mujahid 212 untuk selamatkan NKRI,” ucapnya.

Aksi Mujahid 212

Edy juga mengatakan, sedianya aksi ini bernama “Parade Tauhid Indonesia 2019”, tapi diganti menjadi “Aksi Mujahid 212 Selamatkan NKRI”.

Selain itu, perubahan terjadi pada titik kumpul dan rute aksi. Sebelumnya, peserta direncanakan berkumpul di Jalan Asia Afrika, Senayan, muai pukul 06.00, lalu bergerak ke Monas.

Namun, kini titik kumpul massa berada di Bundaran HI, mulai pukul 08.00 WIB, lalu bergerak menuju Istana.

“Perubahan nama dan rute ini terjadi untuk menyesuaikan dengan perkembangan situasi dan kondisi yang dinamis,” katanya.

Polisi Siap Kawal

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengungkapkan, pihaknya telah menerima informasi tentang rencana aksi itu.

“Pemberitahuannya sudah ada, jam 08.00 dimulai,” ujar Argo kepada wartawan.

Argo memastikan, Polda Metro Jaya akan memberikan pengawalan untuk aksi tersebut hingga selesai. “Karena sudah ada pemberitahuannya, jadi akan dikawal,” sambungnya.

Namun, Argo mengaku belum bisa memerinci jumlah personel yang akan dikerahkan untuk pengamanan aksi tersebut. Selain itu, polisi juga akan membuat rencana rekayasa lalu lintas di sekitar lokasi.

“Sifatnya situasional. Artinya, baru akan diterapkan kalau keadaan di lapangan memaksa untuk dilakukan,” tandas Argo. (rl/merdeka/detik).*

 

Aksi Demonstrasi Aksi Mujahid 212

Related Post

Leave a reply