8 Tahun Disumbat, Kran Pengiriman Pekerja ke Arab Saudi Bakal Dibuka Kembali  

97 views

Pemerintah Indonesia dan Kerajaan Arab Saudi sepakat melaksanakan proyek percontohan penempatan Pekerja Migran Indonesia ke Arab Saudi, melalui sistem satu kanal, melibatkan 57 perusahaan terseleksi dari Indonesia dan 11 syarikah yang dipilih Kerajaan Arab Saudi.

Reaktor.co.id – Moratorium penempatan pekerja migran Indonesia (PMI) ke Arab Saudi dan sejumah negara Timur Tengah yang diterbitkan pemerintah pada 2011 agaknya bakal dicabut. Indikasinya, permintaan Asosiasi Perusahaan Jasa TKI (Apjati) agar proyek percontohan (pilot project) penempatan PMI ke Arab Saudi, dengan sistem satu kanal yang sudah disepakati kedua pemerintah, bisa dieksekusi pada September 2019.

Dikutip dari Tribunnews, Ketua Umum Apjati Ayub Basalamah membenarkan hal itu usai menggelar pertemuan bisnis dengan mitra 11 perusahaan (syarikah) dari Arab Saudi di Jakarta, Senin (22/7/2019).

Diakuinya, banyak pihak mengharapkan proyek percontohan ini bisa sukses agar bisa menjadi contoh bagi penempatan PMI ke negara Timur Tengah lainnya. Potensi penempatan PMI sangat besar, namun untuk tahap awal akan dilakukan selektif.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mendukung penempatan dalam satu kanal. Dirjen Protokol dan Konsuler Kemlu RI, Andri Hardi, mengatakan, meskipun penempatan satu kanal masih uji coba tapi langkah yang baik diharapkan akan menghasilkan sistem yang lebih baik.

Andri mengutip data PBB yang mencatat 258 juta orang melakukan migrasi antarnegara pada 2017 dan jauh lebih banyak dibandingkan tahun 2000 yang 173 juta orang. Salah satu pendorong migrasi adalah ketenagakerjaan (labour migration), seperti Indonesia yang melimpah pekerja dan Arab Saudi yang membutuhkan banyak tenaga kerja.

Data di Kemlu RI pada 2017-2018 terdapat 23.092 bermasalah, 64,2% (14.759 kasus) menyangkut pekerja migran dan mayoritas (7.935 kasus) terjadi di Timur Tengah.

Dasar hukum penempatan PMI satu kanal adalah Kepmenaker Nomor 291 Tahun 2018 Tentang Pedoman Pelaksanaan Penempatan dan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia di Kerajaan Arab Saudi Melalui Sistem Penempatan Satu Kanal.

Kedua negara punya pengawasan penuh atas penempatan satu kanal ini. Sebagai informasi, untuk proyek percontohan penempatan PMI ke Arab Saudi melalui satu kanal ini melibatkan 57 perusahaan terseleksi dari Indonesia dan 11 syarikah yang dipilih Kerajaan Arab Saudi.

“Jika, hasil evaluasi berjalan baik dan tak kendala berarti maka akan diteruskan dan mungkin akan diadopsi ke penempatan negara timur tengah lain,” ujar Menaker Hanif Dhakiri.

Menaker Hanif menegaskan, sistem penempatan satu kanal adalah proyek percontohan yang disepakati Pemerintah Indonesia dan Kerajaan Arab Saudi untuk kurun waktu, wilayah dan jabatan tertentu.

“Penempatan ini tidak mencabut pelarangan (moratorium) penempatan ke Saudi dan sejumlah negara di timur tengah lainnya,” kata Menaker memberikan klarifikasinya.

Ironisnya, di dalam masa moratorium pengiriman PMI, Bareskrim Polri  justru mengungkap sebanyak 1.314 kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) bermodus pengiriman pekerja migran ke luar negeri, terutama ke Arab Saudi, Singapura, dan beberapa negara Timur Tengah. Para korban tertipu iming-iming pekerjaan layak dan gaji besar. (AF) 

 

 

apjati buruh migran moratorium Pekerja Migran proyek percontohan reaktor

Related Post

Leave a reply