67 Pekerja Indonesia di Arab Saudi Tidak Digaji Setahun Lebih

46 views

Pekerja Indonesia Tabuk Arab Saudi

Reaktor.co.id, Arab Saudi — Sebanyak 67 Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Tabuk, perbatasan Arab Saudi, tidak menerima gaji lebih dari satu tahun.

Para PMI tersebut bekerja di Truba Arabia, perusahaan instalasi peralatan elektro-mekanik untuk stasiun pembangkit listrik di provinsi yang terletak di perbatasan bagian utara Arab Saudi.

Mereka kemudian mengadu kepada Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah. Tim Pelayanan dan Pelindungan Warga (Yanlin)  KJRI pun mendatangi lokasi para pekerja di Distrik  Al Muwaileh, Tabuk, Kamis, 30 Oktober 2019.

Tim Yanlin yang datang di bawah koordinasi Pelaksana Fungsi Konsuler (PFK)-1 merangkap Koordinator Pelayanan dan Pelindungan Warga (KPW), Safaat Ghofur, didampingi PFK-3, Umar Badarsyah, dan Staf Teknis Ketenagakerjaan, Budi Indrawan.

Atas arahan Konsul Jenderal (Konjen) RI Jeddah, Mohamad Hery Saripudin, Tim Yanlin diminta untuk menggali informasi secara rinci terkait aduan gaji 67 PMI yang tidak dibayar oleh perusahaan selama 13 bulan.

Dalam kunjungan tersebut, Tim Yanlin juga memberikan bantuan sembako kepada para PMI untuk meringankan beban selama menunggu penyelesaian hak-hak mereka.

Salah seorang pekerja, Widodo, mengaku cukup lama bekerja di perusahaan tersebut dengan masa pengabdian yang berkisar dari 5 hingga 25 tahun.

Namun, belakangan ini, kata dia, mereka mengalami berbagai permasalahan, antara lain  gaji yang tidak dibayar hingga 13 bulan, dan izin tinggal (iqamah) yang tidak diperpanjang.

Widodo dan kawan-kawan pun meminta bantuan KJRI Jeddah untuk melakukan mediasi dengan pihak perusahaan agar hak mereka dipenuhi dan mereka bisa segera dipulangkan ke tanah air.

“Kami mohon bantuan dari pemerintah untuk bisa memediasi agar hak-hak kami terpenuhi dan dipulangkan ke Indonesia. Kasian keluarga kami” ujar Widodo dikutip laman resmi KBRI Jeddah, Kamis (31/10/2019).

Safaat Ghofur menyampaikan KJRI Jeddah akan memberikan bantuan semaksimal mungkin agar permasalahan tersebut diselesaikan sehingga hak-hak 67 PMI bisa segera dilunasi oleh perusahaan.

KJRI Jeddah juga telah memanggil perwakilan perusahaan Truba Arabia ke KJRI Jeddah, pada 28 Oktober  2019, untuk meminta penjelasan terkait pengaduan ini.

Manajer SDM Truba Arabia, Hamid Khalifa, mengemukakan, perusahaannya saat ini tengah mengalami masalah likuiditas akibat piutang proyek  yang belum dibayarkan oleh pihak lain.  Namun demikian, pihaknya berkomitmen mencarikan jalan keluar bagi para pekerja Indonesia.

Menurut Khalifa, para pekerja dari nagara lain di perusahaan itu juga mengalami nasib yang sama, yaitu gaji yang belum dibayarkan.*

 

Arab Saudi KJRI Jeddah PMI Arab Saudi

Related Post

Leave a reply